Friday, September 13, 2019

Benteng Vredeburg, Wisata Sejarah Dengan Banyak Spot Foto Cantik

Museum Benteng Vredeburg Jogja

Matahari masih menyala-nyala saat kami memasuki kawasan Malioboro di hari minggu. Dan seperti akhir minggu lainnya, Malioboro selalu penuh sesak oleh iring-iringan kendaraan dan pejalan kaki yang sedang menggores kisahnya masing-masing.

Mendekati ujung jalan di Titik Nol Kilometer, mobil kami merayap semakin pelan, macet. Tapi entah kenapa kami selalu bisa menikmati macet di jalur ini. Jalur di depan Gedung Agung alias Istana Kepresidenan Yogyakarta, salah satu dari enam Istana Kepresidenan yang ada di Indonesia.

Setiap hari jalur pedestrian di depan Gedung Agung ini memang selalu ramai dilewati pejalan kaki atau orang-orang yang sengaja duduk menikmati suasana sore Titik Nol Kilometer. Saya dan anak-anak juga sering melepas sore di sini sambil jajan bakwan kawi atau sate kere.

"Masuk ke Benteng mau nggak? Kan aku belum pernah masuk situ."
Sulung kami tetiba bersuara. Benteng yang Ia maksud adalah Museum Benteng Vredeburg atau Fort Vredeburg, terletak tepat di seberang Gedung Agung. 

Benteng ini merupakan salah satu ikon Kota Jogja, saksi perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajahan Belanda dan Jepang. Karena keindahan bangunannya, Benteng Vredeburg kini menjadi lokasi favorit wisatawan untuk berburu foto-foto instagramable.

Perjalanan kami kemarin sebenarnya tanpa tujuan, sekedar keluar rumah lihat aspal, hahaaah. Jadi nggak ada salahnya menuruti permintaan si kakak mengunjungi Benteng Vredeburg. 

Museum Benteng Vredeburg Jogja

Nggak pakai lama kami sudah ada di area parkir benteng, berjalan menyeberangi jembatan yang melintang di atas parit dan membeli tiket yang ternyata cuma seharga tiga ribu rupiah. 

Anak-anak sangat antusias dan langsung berlari memasuki area dalam benteng, sementara saya dan suami malah memperlambat langkah sambil celingak celinguk, kami takut looh, huahahaaah.

Museum Benteng Vredeburg Jogja

Sudah bukan rahasia lagi kalau Benteng Vredeburg menyimpan banyak kisah kelam yang terjadi di masa penjajahan. Dan beberapa kisah kelam itu sepertinya lebih suka menetap menyatu dengan sang benteng, menjadi legenda yang tersampaikan dari mulut ke mulut.

Maklum yaa, Benteng Vredeburg adalah loji (bangunan besar khas Belanda) tertua dari semua bangunan bergaya Indische Empire yang ada di kawasan Malioboro dan Titik Nol Kilometer. Benteng ini dibangun oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1760, jauh lebih lama dibanding Gedung Agung yang mulai dibangun tahun 1824 dan Kantor Pos Besar yang dibangun tahun 1912.

Museum Benteng Vredeburg Jogja

Benteng Vredeburg awalnya bernama Benteng Rustenburg, dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I atas permintaan pemerintah Belanda dengan alasan untuk membantu menjaga keamanan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. 


Kenyataannya Benteng ini justru digunakan untuk mengawasi dan memblokade kegiatan di dalam keraton. Bahkan sebuah meriam diletakkan di tengah halaman benteng dengan ujung mengarah langsung ke Keraton Jogja.

Bangunan Benteng Vredeburg berupa tembok berbentuk persegi dengan pintu menghadap ke barat, dikelilingi oleh parit dan sebuah jembatan angkat yang sampai sekarang masih terawat baik. Di keempat penjuru benteng berdiri menara pantau yang disebut seleka atau bastion. Setiap seleka diberi nama Jaya Wisesa (di barat laut), Jaya Purusa (di timur laut), Jaya Prakosaningprang (di barat daya) dan Jaya Prayitna (di tenggara).



Museum Benteng Vredeburg Jogja

Benteng Vredeburg alias Benteng Perdamaian adalah saksi berbagai peristiwa penting yang terjadi di jantung kota Jogja. kepemilikannya pun berganti-ganti dari satu penjajah ke penjajah lain. Mulai dari tempat berlindung residen yang berkantor di Gedung Agung, benteng pertahanan pasukan Belanda, markas tentara, gudang mesiu, juga tempat menahan dan menyiksa tahanan-tahanan semasa penjajahan Belanda dan Jepang. Fungsinya sebagai rumah tahanan ini yang konon membuat Benteng Vredeburg banyak menyimpan kisah kelam.

Di dalam benteng terdapat bangunan dengan berbagai bentuk dan fungsi, ada halaman luas dengan hamparan rumput hijau di tengah benteng, rumah perwira, rumah residen, asrama prajurit, rumah sakit prajurit, gudang logistik, gudang mesiu, dan ruang tahanan. 

Beberapa ruangan kini difungsikan sebagai Museum Khusus Perjuangan Nasional yang berisi diorama-diorama perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah sejak masa Perang Diponegoro, menjelang Proklamasi Kemerdekaan, hingga masa Orde Baru. 

Museum Benteng Vredeburg Jogja

Di ruang diorama I, kita bisa melihat 11 diorama yang menceritakan kisah Perang Diponegoro hingga masa pendudukan Jepang di Yogyakarta (1825-1942). 
Di ruang diorama II, ada 19 diorama yang menggambarkan sejarah proklamasi kemerdakaan RI sampai dengan Agresi Militer Belanda I (1945-1947). 
Sementara di ruang diorama III, kita akan menemukan 18 diorama tentang sejarah Perjanjian Renville sampai pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat - RIS (1948-1949). 
Dan terakhir, pada ruang diorama IV tersaji 7 diorama yang menggambarkan awal periode Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai Masa Orde Baru (1950-1974).

Museum Benteng Vredeburg Jogja

Teman-teman tertarik berkunjung ke Museum ini? Rute menuju Museum Benteng Vredeburg mudah sekali ditemukan kok. Teman-teman cukup menyusuri sepanjang jalan Malioboro menuju Titik Nol Kilometer, museum ini ada di kiri jalan berhadapan langsung dengan Istana Kepresidenan sebelum perempatan. Untuk teman-teman yang menggunakan transportasi umum, Museum Benteng Vredeburg dilewati oleh bus kota jalur 4, dan bus TransJogja jalur 1A, 2A, dan 3A.


Museum Benteng Vredeburg Jogja

Museum Benteng Vredeburg
Jl. Margo Mulyo No.6, Ngupasan, Kec. Gondomanan, 
Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55122
Waktu buka: Selasa - Minggu Jam 07.30 - 16.00 WIB
HTM: Rp.3000,00


1 comment:

  1. spot foto bisa cantik bergantung modelnya juga. Seperti di blog ini. Klo modelnya saya, pengunjung malah pada kabur hhehe

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkomentar dengan baik ya temans, maaf sementara saya moderasi dulu :)