Saturday, November 25, 2017

Yuk Lebih Mengenal Kanker Serviks.


Kanker Tidak Memilih Kepada Siapa Dia Ingin Menghampiri.
- Rima Melati- Aktris, Breast Cancer Survivor

Kalimat itu menohok saya saat kemarin menghadiri Talkshow Tolak Kanker Serviks dan Payudara di Hotel Victoria Yogyakarta yang menampilkan 3 narasumber cantik, Ibu Rima Melati (Aktris, Penyanyi, Sutradara, Mantan Peragawati, Breast Cancer Survivor), Hj. Solekhatun (Crown Ambassador PT. K-Link), dan Fatma D Amartini, S.Si.,Apt. (Product Manager PT K-Link).


Kanker, terutama kanker payudara dan kanker serviks termasuk penyakit yang paling ditakuti kaum perempuan saat ini. Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) menyatakan kalau kasus kanker payudara menduduki peringkat nomor 1 di Indonesia, sementara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat, kanker serviks menempati peringkat kedua untuk jenis kanker yang paling banyak ditemui setelah kanker payudara.
Setiap tahunnya, ada sekitar 40.000 kasus baru kanker serviks yang terdeteksi pada perempuan Indonesia. Ditambah data dari WHO bahwa pada tahun 2014 terdapat lebih dari 92 ribu kasus kematian pada penduduk wanita di dunia akibat penyakit kanker. Sebesar 10,3 persennya di akibatkan kanker serviks. Kalau kanker payudara disebabkan oleh faktor genetika yang kemudian dipicu oleh gaya hidup tidak sehat, maka penyebab kanker serviks biasanya karena virus yang bisa menyerang siapa saja walau tidak memiliki riwayat keluarga penderita kanker.

Memang apa sih Kanker Serviks itu? 

Kanker serviks muncul pada leher rahim wanita yang berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina, meski semua wanita berisiko menderita kanker serviks. tapi penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual. 

Kebanyakan kasus kanker serviks disebabkan virus human papillomavirus (HPV). Beberapa jenis virus HPV tidak berbahaya, tapi sebagian jenis HPV ada yang mampu mengganggu sel-sel leher rahim untuk bisa berfungsi normal dan akhirnya memicu kanker serviks.

Dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18, adalah penyebab 70 persen kasus kanker serviks.  HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks, pemakaian pakaian dalam secara bergantian, dan penggunaan toilet umum. Nah looh.. mulai sekarang hati-hati saat pakai toilet umum yaa..

Saat terinfeksi HPV, sistem kekebalan tubuh wanita yang sehat akan mencegah virus untuk melukai rahim, tapi pada sebagian wanita dengan daya tahan tubuh tidak sehat atau yang memiliki gaya hidup buruk, virus HPV bisa bertahan selama bertahun-tahun kemudian mengakibatkan sel-sel yang berada di permukaan leher rahim berubah menjadi sel kanker.

Pada tahap awal, infeksi virus HPV tidak memiliki gejala, karenanya banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa mereka telah menderita kanker serviks. Karena itu pada wanita usia produktif sangat perlu melakukan screening rutin untuk mendeteksi kanker serviks.

Screening tersebut dikenal dengan sebutan sebutan pap smear atau tes smear. Caranya dengan mengambil sampel sel dari leher rahim kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk mendeteksi apakah ada sel-sel abnormal yang berpotensi berubah menjadi sel kanker. Tanpa pap smear rutin biasanya perempuan akan terlambat mengetahui bahwa dirinya telah tertular virus HPV dan baru sadar setelah mendapati beberapa gejala umum penderita kanker serviks seperti:

 1. Perdarahan yang tidak wajar dari vagina.
Misalnya perdarahan saat tidak sedang haid, siklus menstruasi lebih panjang, perdarahan setelah atau saat berhubungan seks, setelah menopause, setelah buang air besar, atau setelah pemeriksaan panggul.
2. Siklus menstruasi menjadi tidak teratur.
3. Nyeri pada panggul (di perut bagian bawah).
4. Nyeri saat intercourse.
5. Nyeri di pinggang (punggung bawah) atau kaki.
6. Badan lemas dan mudah lelah.
7. Berat badan menurun padahal tidak sedang diet.
8. Kehilangan nafsu makan.
9. Keluar cairan dari daerah kewanitaan yang tidak normal seperti berbau menyengat atau disertai darah.
10. Salah satu kaki membengkak.

 Duuh.. jangan sampai kita terlambat menyadari gejalanya ya.. karena itu jangan takut untuk pap smear. Sudah bukan rahasia lagi kalau kebanyakan perempuan merasa takut, canggung, atau risih saat harus melakukan pap smear, padahal prosesnya cuma sebentar dan nggak menyakitkan kok. Saya sendiri rutin pap smear sejak tahun 2014 sambil memeriksakan IUD saya.


 Nah, selain rutin pap smear ada hal lain lagi yang harus kita lakukan demi mencegah terinfeksi HPV, misalnya membentuk pola hidup sehat seperti rutin berolahraga, makan banyak sayur dan buah, menjauhi junk food, menjaga kebersihan tubuh terutama organ intim dengan rajin mengganti pakaian dalam dan memilih pembalut yang tepat saat sedang menstruasi.

Tahu nggak kalau menurut WHO resiko kanker serviks salah satunya dipicu oleh zat-zat dalam pembalut? Demikian kata ketua Pengurus Harian YLKI, Bapak Tulus Abadi. Itu karena beberapa zat-zat dalam pembalut mengandung bahan pewangi, perekat, pewarna dan lain-lain yang bila dibiarkan terus dapat menimbulkan peradangan pada kulit di sekitar organ kewanitaan hingga kanker. YLKI sendiri menemukan adanya Zat Klorin pada banyak Merk Pembalut Beredar di Pasaran yang terindikasi tidak ramah untuk kesehatan perempuan.

Pemilihan pembalut yng asal-asalan juga bisa menimbulkan banyak keluhan seperti keputihan, gatal, panas, bau tiak sedap, dan terutama rasa tidak nyaman selama menstruasi, makanya sangat penting memilih pembalut sehat misalnya seperti K-Sophie, pembalut yang belum lama di keluarkan olek K-Link.



Pembalut dan pantyliner K-Spohie dibuat khusus dengan memadukan ramuan herbal alami tradisional dengan bioteknologi terkini yang mampu menekan berbagai masalah pada organ intim. Itu karena K-Sophie mmiliki banyak keunggulan seperti:
1. Lapisan permukaan yang terbuat dari kapas asli bermutu tinggi sehingga sangat lembut tapi tetap kering.
2. Lapisan dasarnya mengandung resin dan ekstrak tumbuh-tumbuhan yang memiliki pori-pori halus tembus udara.
3. Kombinasi bahan bermutu yang dipakai membuat daya serapnya lebih cepat.
4. Ketebalannya yang hanya 3 mm membuat pemakainya nyaman beraktifitas.
5. Formulanya merupakan paduan berbagai bahan alami yangmemberikan kesegaran dan menghilangkan bau tidak sedap.

K-Sophie terdiri dari 3 varian untuk kebutuhan yang berbeda:
1. K-Sophie Sanitary Pad Pantyliner untuk penggunaan sehari-hari.
2. K-Sophie Sanitary Pad Pembalut untuk pemakaian selama masa menstruasi.
3. K-Sophie Sanitary Pad Over night untuk pemakaian malam hari selama masa menstruasi.

 Saya sendiri sudah mencoba K-Sophie Sanitary Pad Over Night saat berlibur bersama anak-anak kemarin, dan selain rasanya yang semriwing saat dipakai, selama tidur di hotel saya terbebas dari rasa cemas kalau-kalau bocor saat malam, malu dong aah hahahaah.


Sekilas Tentang K-Link K-Link Indonesia adalah salah satu perusahaan penjualan langsung berjenjang terkemuka di Indonesia. Sejak dioperasikan tahun 2002, K-Link telah memiliki pusat stockist di sejumlah kota besar di Indonesia, diantaranya Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Medan, Makassar dan Batam. Sampai saat ini K-Link telah meluncurkan sebanyak 180 varian produk kesehatan dan kecantikan. K-Liquid Clorophylle adalah salah satu produk K-Link yang penjualannya paling laris, favorit saya juga nih selain K-Sophie Sanitary Pad.


Ini dia si mungil yang nggak pernah jauh dari genggaman saya, karena walaupun ukurannya mini tapi khasiatnya untuk daya tahan tubuh buesaaar.. Itu karena Propolis Platinum yang merupakan isi botol ini mengandung flavonoid dalam kadar tinggi. Flavonoid sendiri adalah komponen tumbuhan yang memiliki sifat antijamur, antioksidan, dan antiinflamasi berkualitas tinggi yang mampu melindungi kita dari infeksi virus dan bakteri. Bisa banget loh membantu melindungi kita dari kanker serviks seperti K-Sophie Sanitary Pad.


Nah kalau ini K-Liquid, si pinky unyu rasa leci berisi Kolagen yang bagus banget untuk kesehatan kulit, diantaranya melembabkan, meregenerasi, menutrisi, anti kerutan dan menyuburkan kulit. Kolagen merupakan salah satu jenis protein asam amino yang mampu memperkuat jaringan penyusun kulit menjadi lebih kuat dan elastis.
 Setiap 1 botol K-Liquid isi 50ml mengandung 3000mg Marine Peptida Kolagen dalam ukuran nano molekul, dikonsumsi 1 botol perhari sebelum sarapan atau sebelum tidur.


 Pada tahun 2009 K-Link telah memperoleh sertifikasi halal dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan berkembang menjadi salah satu MLM Syariah yang diperhitungkan di Indonesia.
 Menurut Presiden Direktur K-Link Dato Radzi Saleh, dalam prinsip syariah yang ditekankan adalah kejujuran dan tidak berlebih-lebihan. “Kami selalu menekankan kepada para leader untuk jujur dan tidak melakukan banyak pencitraan yang pada kenyataannya tidak sesuai dengan penghasilan yang mereka peroleh. Kalau perlu, bersikaplah rendah hati dan sewajarnya. Kami menjalankan bisnis sesuai prestasi. Jika banyak menguntungkan, kami berikan bonus ke seluruh member sesuai dengan effornya. Tidak ada itu leader selalu mendapatkan hasil tertinggi. Jika leader bekerja dengan baik dalam memimpin dan ada produk yang dia jual kami akan berikan sesuai prestasinya, Ini berlaku untuk semua.."

K-link nggak cuma menjalankan roda bisnis secara komersial tapi juga memiliki sejumlah program sosial dan pemberdayaan terhadap perempuan. Rumah Cantik K-link merupakan salah satu bentuk kepedulian Klink terhadap wanita Indonesia yang mandiri, cerdas, cantik, relijius dan peduli pada lingkungan. Di Rumah Cantik K-Link tersebut, para wanita bisa beraktivitas dengan leluasa dalam upaya meningkatkan skill dan pengetahuan. Pada Agustus 2017, Rumah Cantik K-Link baru diluncurkan di Bandung, tepatnya di Jalan Karawitan No.18. dan akan segra menysul berdiri di Yogyakarta dalam waktu dekat, waah nggak sabar menunggunya nih..

No comments:

Post a Comment