Tuesday, October 16, 2018

Mencipta Foto Makanan Instagenik Ala Food Influencer



Sudah difoto belum Bun?
Belakangan anak-anak saya punya template question seperti diatas setiap kami sedang makan di luar. Pasti karena mereka terlalu sering melihat saya memfoto hidangan kami sebelum disantap, wkwkwk maafkan ibukmu ini ya anak-anak, bukannya ngajarin berdoa malah ngajari pamer :))

Mengabadikan makanan saat kami sedang jajan di luar rumah memang sering saya lakukan (lagian siapa sih yang nggak begitu?), apalagi sejak saya mengenal Google Local Guide, sudah jadi seperti kewajiban buat cekrek cekrek dan langsung review.

Padahal food photography ini bukan perkara mudah, beberapa kali makanan yang sudah saya foto urung saya upload di media sosial karena terlihat kurang greget, entah piringnya yang terlihat ndak simetris, sendok garpu lebih dominan dari makanannya, dan yang paling sering adalah si makanan terlihat biasa saja di foto, padahal aslinya menggiurkan sekali :(

Kebiasaan memfoto makanan ini yang akhirnya membawa saya beberapa kali mengikuti workshop Food Photography. Bukan, bukan berniat menjadi seorang profesional di bidang fotografi makanan kok, cuma ingin hasil foto saya terlihat lebih layak di feed Instagram saya (lagi-lagi mau pamer buk?).

Setelah sempat belajar ilmu styling dan fotografi makanan dari Chef Harisatu Zakaria beberapa waktu lalu, saya mendaftarkan diri mengikuti Workshop How To Take Instagenic Photo yang diselengarakan oleh Fabolous Photography Club dan dimentori Wimbo Prakoso, seorang food influencer dari Jogja.

Friday, October 12, 2018

Bertualang Jadi Anak Sungai di Plunyon Kali Kuning



Sejak menemukan foto saya dan suami saat berarung jeram dulu, Arkana, si sulung, sering merengek ingin dibawa menjelajah sungai juga. Kami hanya menanggapinya dengan janji “suatu hari nanti, ya kak.” 

Membawa bocah tujuh tahun bergulat dengan deras aliran sungai memang belum jadi cita-cita kami saat ini. 

Tapi si kakak mantap dengan keinginannya, setiap ditanya mau kemana akhir pekan nanti, selalu sungai lah yang disebutnya. Ternyata pengalaman mandi di Sungai Mudal belum cukup untuknya, dia mau sungai yang lain lagi :)


Sampai akhirnya, saya melihat postingan seorang teman (terima kasih kepada sosial media) saat dia membawa anaknya bermain di Kali Kuning, sebuah sungai yang berhulu di lereng Merapi, sang gunung berapi dengan status paling aktif di tanah jawa. 

Di balik statusnya yang sangar itu, Merapi memang menyimpan bayak sekali keindahan alam yang membuat banyak orang ingin menikmatinya. Lihat saja, saat malam tahun baru 2018 kemarin, pendaki yang naik ke puncak Merapi mencapai 800 - 1000 orang.

Itu baru di puncak Merapi saja, belum termasuk jumlah pengunjung yang selalu memenuhi berbagai objek wisata alam di sekitar Merapi seperti Tlogo Putri Kaliurang, Air Terjun Tlogo Muncar, The Lost World Castle, Stonehenge Cangkringan, Merapi Park, Museum Gunung Merapi, Museum Ulen Sentalu, Omah Salak, Blue Lagoon Jogja, Lava Tour Merapi, Bunker Kaliadem, Bukit Klangon, Kali Kuning Park, dan Plunyon Kali Kuning. Yakin deh, walaupun cuma berputar-putar di sekitar Merapi selama seminggu, kita nggak akan kehabisan tempat untuk didatangi.

Tuesday, October 09, 2018

Pantai Kesirat dan Janji Abadi Sang Pohon Tua



Jika bicara tentang pantai-pantai di Gunung Kidul, apa yang pertama terlintas di bayanganmu? Kalau saya akan langsung membayangkan laut biru, hamparan pasir putih, dan ombak yang lumayan bersahabat (jika dibandingkan pantai-pantai di Bantul).

Tapi tahu nggak kalau Gunung Kidul juga punya pantai tanpa hamparan pasir? Namanya Pantai Kesirat atau Gesirat, sebagian orang lagi menyebutnya Tanjung Kesirat. Sebuah pantai tebing yang jika kita melongok ke bawahnya akan langsung melihat deburan ombak menghantam karang. Tinggi tebing ke laut bisa mencapai 30 meter, dan saat air pasang, ombaknya sanggup memercik tinggi membasahi pengunjung yang berada di dekat tebing.

Sunday, October 07, 2018

Tips Menjaga Pencernaan Sehat Agar Aktivitas Lancar




Motherhood is like a walk in the park.

A Jurassic Park..

Pertama kali membaca quote ini saya langsung ngakak. Tapi dipikir-pikir benar juga sih, once you become a mom, there is no easy way out. Setiap hari adegannya mirip film Jurassic Park yang penuh kejutan, kadang kita dibuat terkagum-kagum, kadang ketakutan, berantakan di mana-mana, dan akhirnya ya tetap happy ending. LOL.
Bukan nggak bersyukur, justru sekarang ini saya sedang sangat menikmati peran sebagai ibu. Anak-anak sudah melewati fase tantrum, makan-mandi-berpakaian nggak perlu diladeni lagi, bisa diajak diskusi dan negosiasi, tapi ya tetap saja nggak seindah iklan-iklan di televisi itu, dimana anak-anak sarapan dengan cepat dan tenang, lantai rumah selalu mengkilat tanpa ceceran lego dan kaos kaki kotor, si ibu sempat bergincu sebelum mencuci. Kenyataannya?

Saturday, September 29, 2018

Rumah Mba Ayu, Penginapan Instagramable dengan Harga Murah di Jogja


Siapa yang di masa mudanya (((masa muda))) sering berkumpul untuk Pjasmas Party bersama sahabat?

Toss dulu yuk!

Saat menjadi mahasiswi, saya yang anak Bekasi ini mendapat rejeki berkuliah di Depok. Tapi meskipun Bekasi dan Depok adalah dua planet yang berbeda (ditoyor anak Bekasi) saya memutuskan untuk tidak kost. 

Akibat setiap hari pergi pulang Bekasi-Depok-Bekasi, semesta mendekatkan saya dengan beberapa teman sesama anak kereta yang rumahnya tersebar di Tebet, Cawang, dan Kranji. Dari situ kami sering janjian untuk bergantian menginap di rumah salah satu. Ijin ke orang tua sih mengerjakan tugas dosen, tapi gimana? wong jurusan dan angkatan kami berbeda kok, masa tugas dan dosennya sama? :p

Saat menginap itu biasanya kami nonton VCD (iyaah waktu itu masih VCD) sambil maskeran, lalu masak nasi goreng, dan ngobrol semalam suntuk sampai bangun kesiangan, akhirnya nggak kuliah malah ke Mall. Ah, masa muda :)

Monday, September 24, 2018

Malam Penutupan O2SN 2018, Pestanya Atlet Cilik Indonesia



Belakangan Indonesia sedang dimanjakan oleh banyak event Olahraga, setelah Asian Games 2018 dan sedang menanti Asian Para Games 2018, ada juga atlet-atlet cilik anak bangsa yang baru saja selesai berkompetisi demi merekatkan rasa nasionalisme dan kebersamaan anak-anak seluruh Indonesia.

Bagi yang belum tahu, Yogyakarta belum lama ini menjadi tuan rumah ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional ke-11 (O2SN XI). Kegiatan yang berlangsung pda 16 - 21 September 2018 ini menjadi bagian dari program pembinaan dan pengembangan olahraga dibawah payung Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Friday, September 21, 2018

Hutan Pinus Pengger, Lantai Duanya Jogja Yang Romantis




Sunsets are proof that no matter what happens, everyday can end beautifully
- Kristen Butler-

Kami berempat selalu jatuh hati pada langit sore, entah saat matahari bersinar cerah atau kala mendung, senja selalu indah untuk kami. Dan demi mengejar senja, kami bisa tiba-tiba merubah arah tujuan pergi.

Seperti yang terjadi di suatu sore. Berangkat dari rumah dengan tujuan sebuah Mall di Jalan Solo, tiba-tiba bungsu kami bilang ingin lihat matahari terbenam, hampir bersamaan saya dan si bapak melihat ke langit, cerah.  

“Ke Pengger aja yuk, kan belum pernah.” Tawar saya.
“Cek maps gih.” Suami mengangguk sambil meyodorkan handphonenya, meminta saya mencari rute terdekat.
Dan anak-anak bersorak, “horeee lihat sunset!!”

Thursday, September 13, 2018

Jelajah Kulon Progo: Taman Sungai Mudal




Saat berkendara dari kota Jogja menuju sisi barat, kita akan disuguhi pemandangan berupa perbukitan memanjang mirip tembok tinggi yang mengelilingi kota Jogja, itulah Pegunungan (atau perbukitan) Menoreh, yang memiliki ketinggian rata-rata 2000 mdpl, membentang sepanjang wilayah barat Kabupaten Kulon Progo di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, sebelah timur Kabupaten Purworejo, dan sebagian Kabupaten Magelang di Provinsi Jawa Tengah. Pegunungan yang memiliki hutan lebat ini pernah menjadi basis pertahanan Pangeran Diponegoro bersama prajuritnya saat berperang melawan Hindia Belanda pada tahun 1825-1830.

Jauh sebelum menjadi saksi sejarah perlawanan rakyat Jawa kepada Belanda, puncak tertinggi Menoreh yang bernama Puncak Suroloyo juga menyimpan sejarah berdirinya kerajaan Mataram Islam. Di sinilah Raden Mas Rangsang alias Sultan Agung Hanyakrakusuma, putra mahkota kerajaan Mataram Islam menunaikan tapa agar bisa menjadi penguasa adil dan bijaksana.

Namun dibalik kisah sejarah yang penuh pergulatan itu, Menoreh memiliki banyak keindahan alam tersembunyi yang sekarang mulai ditemukan satu persatu. Di Kulon Progo saja kita bisa mengunjungi Kalibiru, Waduk Sermo, Goa Kiskendo, Pantai Pasir Kadilangu, Gunung Lanang, Kedung Pedut, Taman Sungai Mudal, dan banyak lagi. Bahkan Puncak Suroloyo yang konon penuh kisah mistis pun sekarang menjadi salah satu tujuan wisata populer.

Tuesday, September 11, 2018

Bullet Journal: Seni Melepas Stres Sambil Tetap Produktif

Bullet Journal Adalah..
photo credit: @bookpacker

Hari Sabtu, 8 September 2018 kemarin saya dan teman-teman blogger mendapat kesempatan mengikuti workshop Bullet Journal bersama Standardpen di Jogja City Mall.

Suasana workshop bullet journal bersama Standard
Photo Credit: @bookpacker
Jujur, saya masih asing dengan istilah ini, haaah mosok ngisi jurnal aja harus diajari? 

Setelah buka Pinterest baru deh saya ngeh kalau Bullet Journal ini sudah sering saya buat bertahun-tahun lampau, saat handphone bernada poliponik masih berjaya, saat semua netijen masih bersatu dalam pelukan Friendster, dan saat 100 SMS perhari adalah satu-satunya perekat kita dengan gebetan. 

Monday, September 10, 2018

Bentuk Selera Makan Anak dengan 5 kebiasaan baik ini



Belakangan ini cuaca ekstrim betah sekali berkunjung ke Jogja, kadang sampai membuat kita kehilangan selera makan, ya gak sih? Bawaannya pengen ngebakso aja, atau mie ayam, eh somay juga gapapa *ealah

Beruntung anak-anak saya termasuk barisan ndablek cuaca, gak peduli panas hujan, ngunyah jalan terus, dikasih telor ceplok sama kecap aja sudah bahagia banget sampai nambah, kadang kalau stok cemilan habis mereka pasrah dikasih krupuk udang pakai topping nasi anget, anggaplah Pizza jawa ya nak.