Saturday, December 08, 2018

10 Lagu Bersejarah Dalam Hidup Saya


Bicara musik, sebenarnya saya lebih suka mendengarkan radio daripada memutar music player. Dari radio saya jadi tahu lagu-lagu top 40, berita terbaru seputar Jogja, dan waktu shalat. Kalau di rumah, yang namanya radio jarang mati, sejak pagi sampai malam dia cuap-cuap sendiri aja, padahal yang punya rumah lagi di Mall, LOL. Jangan ditiru yang seperti itu yaa, pemborosan energi namanya. Tapi sejak kecil saya diajarkan mama untuk membiarkan radio dalam keadaan hidup kalau sedang pergi, demi keamanan rumah katanya :)

Jadi karena jarang memutar music player, playlist saya jarang update. Saya baru mendengarkan playlist kalau sedang kangen dengan lagu tertentu saja. Dari sekian lagu dalam playlist, 10 diantaranya punya banyak cerita yang mengiringi hidup saya. Mulai dari jaman sekolah, kuliah, menikah, sampai jadi ibu.


10 Everlasting Songs In My Life


1. Jason Mraz - Lucky (feat. Colbie Caillat)


Saya dan suami merancang sendiri pernikahan kami, mulai dari budget, dekor, catering, sampai menentukan jumlah undangan. Orang tua nggak ikut campur bukan karena nggak setuju, tapi karena semua biaya pernikahan berasal dari tabungan kami sendiri. Alhamdulillah.

Karena mepetnya budget, kami sengaja nggak mengundang banyak orang. Padahal untuk mencetak undangan ada minimal pemesanan yang jumlahnya lebih banyak dari jumlah tamu yang akan kami undang, jadi lebih mahal deh. Bisa sih pesan undangan yang biasa-biasa saja, tapi kami nggak mau lah peristiwa sekali seumur hidup ini diabadikan dalam selembar kertas ivory biasa. Ceritanya qismin tapi nggaya.

Dari situ kami kepikiran membuat undangan dalam format VCD. Lah bukannya lebih mahal? Enggak dong, karena VCD-nya kami burning sendiri satu-satu pakai laptop, lalu covernya kami buat dari kertas concorde gulungan. Suami bagian potong kertas, saya yang melipat. Pengerjaannya kami lakukan berdua setiap weekend atau sore pulang kantor. Iyaa memang seniat itu. 

Isi videonya juga hasil desain kami sendiri, berupa foto-foto yang dibuat bergerak dengan bantuan video maker, ditambah quotes manis manja dan tanggal pernikahan. Nah, untuk backsong-nya kami pilih lagu Lucky. Bukan karena banyak kenangan dengan lagu ini, tapi karena musiknya yang ringan dan durasinya nggak terlalu lama, itu saja.

Proses editing dan burning video yang berkali-kali bikin kami mabuk lagu ini. Saking bosannya sampai kami sepakat nggak pasang lagi di wedding playlist kami, LOL. Tapi kalau sekarang sih malah senyum-senyum setiap mendengarnya, makanya nggak pernah boleh hilang dari playlist saya.




2. White Lion - Till Death Do Us Part


Kalau Lucky terpilih sebagai backsong undangan pernikahan, Till Death Do Us Apart ini yang mengiringi langkah kami menuju pelaminan setelah akad nikah. Lirik lagunya seperti mewakili semua doa dan harapan kami.. Coba saja nyanyikan liriknya sambil membayangkan saat-saat melangkah pertama kali di pelaminan :)

As we talk the golden mile
Down the pretty aisle
I know that you are mine

..

Take my hand and let me lead the way
All through your life
I'll be by your side
Till death do us part




3. Extreme - More Than Words


Siapa yang dulu pernah di rayu pakai lagu ini? Nyanyinya sambil pakai gitar di depan teras rumah atau kost. Lagi-lagi baper-bapernya, eh Pak RT bolak balik lewat *gagalromantis*


Saya pernah lagi nyanyi lagu ini bareng teman-teman di depan kamar kost, lalu ibu kost lewat sambil jatuhin panci, Persis cerita FTV. Sampai sekarang kalau dengar lagu ini bawaannya mau ketawa terus.




4. Lea Salonga and Brad Kane - We Could Be In Love


Nah yang ini semacam lagu wajib setiap saya jatuh cinta. Nggak peduli siapa pun pacarnya saat itu, setiap jatuh cinta yang saya dengarkan tetap saja lagu ini. LOL.




5. Frente! - Bizarre Love Triangle

Waktu pertama kali belajar main gitar, chord pertama yang saya hapal adalah chord lagu ini, dan kayanya sih memang satu-satunya chord yang saya kuasai sampai sekarang -__-




6. Celine Dion - En Attendant Ses Pas


Saya suka semua lagu-lagu Celine Dion yang berbahasa perancis seperti s'il suffisait d'aimer, Pour que tu m'aimes encore, Ziggy (Un Garçon Pas Comme les Autres), dan lainnya. Tapi lagu En Attendant Ses Pas yang paling membekas buat saya. Bukan karena pernah jadi pengiring kisah cinta, tapi lagu ini yang dulu diujikan dosen laboratoire saya di kelas écoute. Karena sering diputar supaya bisa dapat nilai bagus, sampai setelah lulus kuliah pun saya masih sering auto nyanyi lagu ini kalau sedang bengong :))



7. Neri Per Caso - Che Cosa Sei


Ini lagu yang saya putar bolak balik waktu sedang ikut kelas Bahasa Italia. Lalu jatuh hati dengan dosen musik dan liriknya. Che Cosa Sei sendiri artinya What Are You atau Apakah Kamu. 




8. Sade - No Ordinary Love


Pertama kali dengar lagu ini waktu ikut teater di kampus. Ada satu sesi latihan yang mengharuskan kami mendengarkan lagu No Ordinary Love dengan mata terpejam sambil berpura-pura menari di bawah hujan. Nggak tahu kenapa latihan yang satu itu membekas terus di ingatan saya. Sampai sekarang kalau hujan turun suka kepingin memutar lagu ini.



9. Anastasia - Once upon a december

Lagu ini sering jadi lullaby sebelum anak-anak saya tidur. Awalnya saya cuma iseng menyanyi karena bosan nyanyi lagu anak-anak terus. Ternyata mereka suka dan minta dinyanyikan terus. Besok lagi nggak usah lah nyanyi lagu yang aneh-aneh, daripada susah sendiri setelahnya :))



10. You Are My Sunshine


Lagu yang enak sekali dijadikan lullaby, baik versi anak-anak maupun versi dewasanya. Sejak anak-anak bayi saya sering menyanyikan lagu ini sebelum mereka tidur, dan sekarang mereka sering gantian bernyanyi lagu yang sama untuk saya.




Teman-teman menyimpan lagu apa saja di playlist? Share yaa di kolom komen, mungkin saja salah satunya juga kesukaan saya :)




Day19

11 comments:

  1. Nomor 1 - 5 favorit saya juga. Tapi untuk Neri Per Caso, saya suka Le ragazze dan Here There and Everywhere. Versinya Neri Per Caso terdengar lebih romantisss

    ReplyDelete
  2. We could be in love mba heheh.. yang nyanyi you are my sunshine suara nya parah gelaaa falset nya ku suka..

    ReplyDelete
  3. Cerita nomor satu jadi bikin saya inget dengan cerita pernikahan diri sendiri. Udah kumpulin foto-foto dari masa kecil hingga pacaran. Trus nanti diputar saat resepsi dengan lagu-lagu pilihan kami. Gak taunya orang tua udah order kecapi suling hehehe. Ya udah deh foto-foto tetap tayang, tapi pakai lagu tradisional :D

    ReplyDelete
  4. waduh lagunya ora mudeng semua mba kecuali Lucky cieee jadi inget mantan cie wkwkwk :P *semoga pak suami ga mampir ke blog ini *silangin jari

    ReplyDelete
  5. Lagunya keren2 mba.. kujuga suka Jason Mraz, Lea Salonga dg We could be on love nya dan.. You're my sunshine!

    ReplyDelete
  6. Itu lagu tahun berapa ya? Hahaha
    Sebenarnya aku bukan penggemar lagu barat. Kalau pun dengar ya tertentu, misal jadi ost film gitu

    ReplyDelete
  7. Mba Yo, tu as appris le francis en quelle anne? J'aime les musiques d'Celine en effet de Ecouter class (uda jarang dipake jadi amburadul boso prancise, wkwk)

    ReplyDelete
  8. kebanyakan ost drama korea mba hehehehe. Eh tapi aku suka tuh mba lagu no.4.

    ReplyDelete
  9. Ini list lagu2 Mba Yoanna saya banyak enggak tahu. Hehehe. Boleh nih didengerin buat nanti weekend hehehe

    ReplyDelete
  10. Ya iya kali dari 10 nya aju ga ada yang tau. Haha kudetnya kebangetan ya aku. Tapi baca yg no 1 aku nikah jg ngerancang semua sendiri. Eh sama adik2 ku hehehe jd senyum2 jg kalo ingat

    ReplyDelete
  11. Ga ngerti semua, di rumah kami ga nyetel musik. Hahahahaha. Aku kadang dengerin Rayhan sama IZIZ di rumah

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkomentar dengan baik ya temans, maaf sementara saya moderasi dulu :)