Thursday, July 27, 2006

Suatu Pagi di Hari Sabtu 27 Mei 2006




Ada pics baru nih.. ya sebenarnya sih sudah lama, tapi baru sempat diposting sekarang.

Isinya?? puing-puing rumah setelah di goyang paksa 2 bulan yang lalu. Sabtu, 27 Mei 2006, memang agak basi.. tapi bolehlah dishare sama yang belum pernah tau rasanya dipaksa bangun pagi sama gempa dan langsung olahraga pula.

Jumat, 26 mei saya pulang kantor jam 12 malam, habis cuci muka malah ngga bisa tidur, tapi karena besoknya harus kuliah pagi ya dipaksain harus tidur, dan baru bisa merem jam 2 dini hari. Kayanya sih ngga sempat mimpi apapun.

Sabtu, 27 Mei, masih pagi buta, mama sudah teriak-teriak bangunin Angga, itu juga yang bikin saya setengah bangun.

Ngga lama.. saya bisa merasakan tiba-tiba tempat tidur bergoyang kencang banget!! biarpun nyawa masih separuh tapi saya sadar kalau itu gempa.

Spontan saya lari kearah pintu depan, teriakan mama yg nyuruh kita semua keluar juga sempat terdengar, tapi dasar mata belum mau melek, saya malah nabrak pinggiran sofa dan nyungsep disitu, harusnya sih sakit.. tapi saat itu koq ngga terasa ya??

Kira-kira setengah menit setelah mulai terasa gempa kita sudah di luar rumah, tenang? Beluuum..  Mendadak munculkepulan asap dari arah belakang rumah kami, sempat terpikir kebakaran, tapi mana apinya? Setelah asap menipis. terlihat jelas garasi rumah kami yang ambruk menyisakan puing.

Setelah gempa yg pertama, gempa yang berikutnya datang terus hampir tiap menit. Dan waktu semua orang mulai tenang, tetangga kami berteriak mengabarkan kalau air laut naik (FYI.. jarak laut kerumah gue kira-kira 13 km). karena semua orang panik dan beramai-ramai pergi dari rumah, kami bertiga ikut kabur juga.

Saya dan mamapakai motor, sementara Angga pakai sepedanya.. Tapi karena situasi di jalan kacau banget,Angga malah hilang, ngga jelas dia lari kemana. Alhasil saat semua orang panik berusaha menghindari tsunami, saya dan mama malah panik nyari Angga.

Sambil naik motor pelan-pelan kita berusaha nyari dia di sepanjang jalan, Gosh.. saya baru sadar kalau efek dari gempa barusan gila-gilaan banget, jalan raya yg kami lewatin banyak yg retak terbelah, rumah-rumah rubuh total ngga berbentuk lagi, kecelakaan mobil dan dimana-mana, banyak orang yang penuh luka di badannya tetap berusaha lari, ada juga yg pasrah cuma nggletak di pinggir jalan, tapi ada juga yang malah sibuk berantem rebutan bensin.

Huhuhuu, seumur hidup saya belum pernah tau rasanya digoyang gempa, untuk yang pertama kalinya saya ngalamin hal ini dan harus liat kiamat kecil di sekitar saya.

Papa yang masih bertugas di Aceh selalu keep contact dengan kami lewat HP, langsung menyuruh kita pulang. Papa bilang di TV nasional ga ada berita air naik apalagi tsunami, lagipula pantai selatan Jogja memiliki perlindungan berupa deretan gumuk pasir, kalaupun tsunami nggak akan setinggi di Aceh.

Kami nurut dan memutuskan pulang, ga lama Angga juga datang, ternyata dia lari ke atas bukit Sempu yg jauhnya 7 kilo bo!!.

 Tsunami memang cuma dab kami bisa tenang, saya malah sempat nerusin tidur yg tadi belum tuntas, biarpun harus pakai tikar di bawah pohon.

Seharian sampai malam yg lewat di sepanjang jalan cuma ambulans dan truk yg penuh korban luka atau meninggal, bau amis di mana-mana, listrik mati dan hujan deras banget.. Tapi malam itu, biarpun kita terpaksa tidur di halaman rumah cuma pakai tikar dan sleeping bag, saya ngga putus bersyukur sama Allah, karena Dia kami bertiga selamat ngga luka sedikitpun.

Cuma dalam waktu kurang dari 1 menit banyak garis kehidupan yg berubah, mungkin hidup kami sedikit banyak juga akan berubah, tapi selama kami masih berempat, semua hal akan jauh lebih mudah buat saya, Alhamdulillah..


Rumah kami sebelum gempa

Dan sekarang tinggal puing, hiiks.










Tendaku Istanaku

Ini tenda tempat tinggal kami pasca gempa. Keren kan?? tapi tenda ini emang keren banget loh.. punya tiga kamar yang dijamin aman dari gempuran nyamuk-nyamuk ngga tau diri, ditambah ruang tengahnya yang bisa buat kumpul keluarga kecil-bahagia-sejahtera :))
Tampak luar
Kamar saya, ada kasur dan kipas anginnya :)

No comments:

Post a Comment