Tuesday, November 13, 2018

Tips Mendapatkan Kontrakan Rumah Bagus Dengan Harga Murah di Jakarta

Tips sewa rumah di jakarta
Pic Source: pixabay

Jakarta, salah satu kota metropolitan yang menjadi pusat kehidupan di Indonesia. Semua urusan ekonomi, budaya, sosial, pemerintahan, politik, dan hiburan berpusat di Ibukota ini. Membuatnya terlihat sangat menarik bagi sebagian orang yang tinggal jauh dari Jakarta.

Tapi, bukan rahasia lagi kalau hidup di Jakarta tidaklah mudah. Selain kepadatan populasi dan persaingan hidup, beberapa kasus kriminal juga berada diangka tinggi. Sampai-sampai dulu pernah ada film komedi berjudul “kejamnya ibu tiri tak sekejam ibukota” untuk menggambarkan beratnya kehidupan di sini.

Meski begitu, tetap saja banyak masyarakat dari luar Jakarta yang mencoba mengadu nasib di Jakarta. Mulai dari yang nekad berangkat hanya bermodal sekantong uang receh dan gitar bak kisah FTV, pemuda harapan pemudi bangsa yang baru lulus kuliah dan ingin mencari pekerjaan, sampai karyawan dan pegawai yang memang ditugaskan di Jakarta.

Tiba di Jakarta, masalah utama kaum pendatang ini biasanya nggak jauh-jauh dari tempat tinggal. Apalagi kalau sudah menikah dan membawa anak. Harus bisa menyediakan tempat tinggal yang nyaman untuk keluarga kan? Padahal harga beli rumah makin hari makin membuat sedih. Jangankan pendatang, yang lahir di Jakarta aja belum tentu bisa beli rumah :)) Nah, solusi yang terbaik adalah mencari sewa rumah di Jakarta. 


Kelebihan Sewa Rumah di Jakarta

Sebagai tahap awal, akan lebih baik jika kita menyewa rumah dulu sambil tetap berdoa supaya bisa membeli secara langsung. 

Dengan begitu kita bisa menyesuaikan budget dengan penghasilan yang didapatkan. Lagipula, menyewa rumah mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan membelinya sendiri. 

Apa saja kelebihannya?

1. Uang Muka yang Jauh Lebih Rendah

Perbedaan signifikan yang dapat dilihat adalah mengenai uang muka sewa. Ketika kita membeli sebuah rumah di Jakarta dengan sistem Kredit Pembelian Rumah (KPR), maka uang muka yang harus dibayar jumlahnya masih relatif tinggiyakni 20% - 30% dari harga total.

Misalnya, rumah impian kita itu seharga 100 juta rupiah. Maka uang muka yang harus dibayarkan adalah 20 juta – 30 juta rupiah. Belum lagi biaya bunga setiap bulan dan lain-lain.

Sedangkan ketika menyewa rumah, kita nggak perlu memikirkan semua itu. Karena pembayaran uang muka biasanya ditentukan sesuai dengan lamanya penyewaan rumah. Contoh, kita mau menyewa rumah dengan harga 10 juta per tahun, selama satu tahun,  dengan aturan uang muka 20%. Maka, kita hanya perlu membayar 2 juta rupiah saja untuk bisa menghuni rumah tersebut.

2. Tidak Ada Tanggungan PBB

Kelebihan selanjutnya berhubungan dengan pajak. Setiap tahun, orang yang memiliki aset berjenis tanah maupun bangunan, harus membayar Pajak Bumi dan Bangunan. PBB ini berlaku bagi orang yang sudah mempunyai rumah pribadi sendiri. Sedang para penyewa rumah tidak dibebankan tanggungan apapun terhadap PBB.

3. Terhindar dari Biaya Perawatan Rumah

Kelebihan lainnya adalah terhindar dari biaya perawatan rumah. Setiap orang yang mempunyai rumah pribadi tentu harus menyiapkan dana khusus untuk perawatan rumahnya. Entah suatu saat ada cat yang mengelupas, genteng bocor, lantai retak, dan sebagainya. 

Penyewa rumah akan terhindar dari biaya perawatan tersebut. Karena mayoritas biaya perawatan rumah tetap ditanggung oleh sang pemilik. Kecuali terdapat perjanjian tertentu yang mengaturnya.

4. Mudah Untuk Berpindah-Pindah

Kelebihan terakhir adalah mudahnya berpindah-pindah tempat tanpa harus memikirkan rumah yang ditinggalkan. Mungkin saja kita terlanjur menyewa rumah yang kondisinya ternyata tidak begitu baik, terdapat masalah di dalam rumah atau lingkungan sekitarnya. 

Di sinilah kita bisa dengan mudah memutuskan pindah ke rumah baru sambil menunggu masa kontrak berakhir, atau langsung pindah jika memang tidak mempermasalahkan sisa uang sewanya.



Tips sewa rumah di jakarta
Source: pixabay

Tips Memilih Sewa Rumah di Jakarta yang Mudah dan Berkualitas

Setelah mengetahui beberapa kelebihan menyewa rumah, sekarang saatnya bergerak cepat mencarinya. Memang sih, nggak mudah mendapatkan rumah sewa yang murah namun bagus, tapi ada beberapa tips yang bisa kita jadikan sebagai referensi.
Diantaranya:

1. Carilah rumah di Daerah Pinggiran Jakarta

Tips pertama yang cukup penting untuk diingat dalam mencari rumah sewa di Jakarta adalah mencarinya di daerah pinggiran Jakarta tapi tetap memiliki sarana transportasi yang lengkap. Jadi jika kita tidak punya kendaraan pribadi pun, masih bisa pergi ke tempat kerja dengan MRT, KRL atau LRT.
Rumah di pinggiran Jakarta harganya terhitung lebih murah, tapi fasilitasnya tak kalah canggih. Selain itu, kita juga bisa mendapatkan udara yang lebih sehat dibandingkan tinggal dipusat, sarang polusi akibat macet yang tak kunjung usai.

2. Tentukan Pembayaran Sewa Bulanan Atau Tahunan

Tips yang kedua berhubungan dengan pembayaran sewanya. Kita bisa memilih dua cara, membayar sewa bulanan atau tahunan. Sebagian orang masih memilih membayar secara bulanan agar tetap bisa menutupi kebutuhan hidup yang lain. Yang perlu diwaspadai, pembayaran perbulan seperti ini bisa terkena resiko kenaikan harga sewa.

Untuk menghindari kenaikan harga sewa yang mendadak, sebagian lagi memiih  membayar sewa tahunan, walau harus mengeluarkan biaya yang lebih banyak di awal tahun. Kekurangannya adalah jika ternyata kita menemukan ketidakcocokan di tengah masa sewa dan memutuskan pindah sebelum masa sewanya habis, maka uang akan terbuang percuma. 

Karena itu, bijaklah dalam memilih dan sesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan lain yang harus dipenuhi.

3. Memeriksa Kondisi Rumah dengan Cermat

Meski kita mengincar rumah sewa dengan harga murah, tetaplah periksa setiap inchi kondisi rumah. Mulai dari struktur bangunannya, sampai kelengkapan konstruksinya. Jangan sampai ketika kita sudah menempati rumah tersebut, baru menemukan masalah seperti genteng bocor, cat mengelupas, dinding retak, saluran air yang tidak lancar, dan sebagainya.

Lebih baik menemukannya sejak awal daripada menyesalinya kemudian. Segera laporkan kepada sang pemilik rumah ketika kita menemukan kerusakan-kerusakan walaupun kecil. Hal ini juga untuk mencegah agar kita tidak disalahkan atas kerusakan yang terjadi setelah menempati rumah tersebut.

4. Lakukan Survei Harga Sewa Rumah Jakarta

Survei harga rumah bisa didasarkan pada lokasi rumah itu. Jika rumahnya berada di dekat kampus, perkantoran, maupun pusat perbelanjaan, maka dapat dipastikan harganya akan lebih tinggi. Bahkan biasanya para pemilik rumah akan terus menaikkan harga sewanya akibat lokasi yang strategis ini. 

Itu sebabnya kita perlu melakukan survei di beberapa lokasi yang cukup strategis namun tetap menawarkan harga yang terjangkau. Perhatikan pula keadaan ekonomi maupun peraturan pemerintah yang bisa menyebabkan harga sewa menjadi naik. Untuk memulai pencarian, coba saja pilih salah satu dari ketersediaan sewa rumah Jakarta disini.


Peraturan yang Mengatur Tentang Persewaan Rumah

Hukum mengenai persewaan rumah telah diatur oleh pemerintah melalui Peraturan Pemerintah no. 44 tahun 1994Peraturan ini berisi tentang hak dan kewajiban dari pihak penyewa dan pemilik rumah. Berikut beberapa aturannya :

1. Pihak pemilik rumah yang menyewakan rumah tersebut, berhak untuk mendapatkan uang sewanya dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan. Sedangkan pihak penyewa juga berhak mendapatkan rumah sewaan dalam keadaan baik, dari segi fisik maupun non fisiknya. Rumah tersebut juga harus dipastikan bukan sebagai jaminan maupun sengketa. Ketentuan ini juga berlaku tentang pihak mana yang harus membayar tagihan air, listrik dan telepon.

2. Ketika masa kontraknya sudah habis, maka pihak penyewa sudah tidak berhak untuk tinggal disitu lagi. Bila penyewa memutuskan untuk pergi, maka rumah harus ditinggalkan dalam kondisi yang baik. Namun, jika memutuskan untuk memperpanjang kontrak, maka akan dibuat perjanjian baru.

Jangka waktu sewa ditentukan oleh pihak penyewa sendiri. Sedangkan harga dan cara pembayarannya berdasarkan kesepakatan pihak penyewa dengan pemilik rumah. Pihak penyewa juga tidak dapat meminta kembali sisa uang sewanya, kecuali telah dirugikan oleh pemilik rumah.

3. Aturan lainnya adalah bahwa penyewa tidak boleh menyewakan rumah yang disewa kepada pihak ketiga, tanpa adanya perjanjian tertulis. Penyewa juga dilarang untuk merenovasi tanpa ijin dari sang pemilik rumah. Kemudian, penyewa harus memberikan kunci rumah kepada sang pemilik, setelah kontraknya habis.

Begitulah kelebihan dan tips sewa rumah Jakarta beserta sebagian aturan persewaannya. Jangan putus asa mencari rumah sewa dengan harga terjangkau di Ibukota ini yaa.. Jika kita sabar dan jeli, pasti bisa menemukannya. Semoga berhasil :)

62 comments:

  1. Sewa rumah emang lebih ringan ya mba. Tapi kalo di jawa mendingan beli. Eh tapi kalo bisa kita yang punya tu rumah buat disewa2in heheh

    ReplyDelete
  2. Wah ini membantu banget makYo informasinya. Memmudahkan banyak klg yang blm punya rumah tapi nyari nafkah di Jakarta

    ReplyDelete
  3. Iya betul mba, kalau masih ngumpulin duit lebih baik sewa rumah aja dulu di jakarta, cari yang harganya sesuai kantong hehehe

    ReplyDelete
  4. Tapi harga sewa rumah di dalam kota jakarta udah sama ama harga DP beli rumah di pinggiran kota Jakarta. Kalo sewa di pinggiram kota jakarta, wah... bisa tua di jalan dan boros di ongkos sih. Serba salah

    ReplyDelete
  5. Kalau masih belum terkumpul uang untuk membeli rumah, apalagi gak memungkinkan untuk tinggal sementara di rumah orang tua, menari kontrakan memang bisa menjadi solusi

    ReplyDelete
  6. Duh, Jakarta dan rumah? Mahal banget biaya hidupnya. Memang sebaiknya sewa dulu kalau belum punya cukup dana untuk membeli. Sambil nabung juga.

    ReplyDelete
  7. Wah au baru tahu ada Peraturan Pemerintah no. 44 tahun 1994 ini lo Mbak, dulu aku berarti salah ya pernah oper kontrak ke pihak ketiga.... Hmmm, terimakasih infonya ya :)

    ReplyDelete
  8. Sewa rumah pun harus punya pertimbangan-pertimbangan tertentu ya, daripada udah terlanjur sewa eh malah nyesel karena salah pilih.

    ReplyDelete
  9. Yang menyewa rumah terhindar dari biaya perawatan rumah tapi tetap harus sadar diri untuk merawat rumah ya Mbak. Jangan sampai meninggalkan rumah yang disewanya dalam keadaan rusak :)

    ReplyDelete
  10. nyari rumah sewa di jakarta memang susah banget ya, buat pendatang kayak saya rasanya lebih baik pilih apartemen huhu

    ReplyDelete
  11. Dulu saya pernah ngontrak rumahnya sangat nyaman tapi ya gitu mba lingkungan kurang bersahabat

    ReplyDelete
  12. Pernah belajar tentang ekonomi desa kota saat kuliah, Jakarta ini memang cukup pelik utamanya urusan tempat tinggal. Karena emang udah padat banget ya, pilihannya memang betul buat yang belum punya rumah atau berencana ngontrak sebaiknya pilih yang pinggiran. Rumah di pinggiran tapi kerja di kota, jadi biayanya lebihnya bisa ditabung deh.

    Ohya dan saya baru tahu sewa menyewa rumah rupanya sudah diatur dan ada UUnya.

    ReplyDelete
  13. Kalo di Semarang, sewa rumah ya mesti bayar PBB. Trus kalo selama ditempati ada kerusakan, yg sewa juga dikenakan biaya renovasi meski cuma brp persen

    ReplyDelete
  14. Dulu Babe pernah ada kejadian menyewakan rumah di Bekasi, lalu sama yang menyewa dipakai untuk dapur karena dia punya usaha roti rumahan.

    Jadi kebayang yaa...
    rumah tempat tinggal tapi malah buat bikin roti.

    Rusak beerraat udahannya.
    Lalu pas udah abis masa kontrak, Babe udah gak mau memperpanjang lagi.
    Eh, orangnya doonk...gak mau keluar.

    Hiiks~
    Sedih banget kalo inget itu.

    ReplyDelete
  15. aku juga kepikirannya kalau di Jakarta sewa aja, soalnya kalau beli belum mampu :(
    makasih mba yoanna tipsnya :)

    ReplyDelete
  16. Tapi setau bunda sudah sukar cari rumah yg disewakan, yang banyak tuh rumah kontrakkan.menyewa bulanan lebih enak sih selama kura maadih suka nempatin rmh sewa itu, bisa banget apalagi bisa cs sama yg punya bisa2 kita bujuk doi menjualnya bkp kita sekirabya kuta ydah nyaman di rmh itu.

    ReplyDelete
  17. Maap udah ngantuk, Yoanna, jd typo bejibun deh tuh. Night, night.

    ReplyDelete
  18. Sewa memang lebih murah tapi kalau memang niatkan akan membeli lebih baik yang sewa dipakai utk mencicil mba. Di beberapa daerah yg banyak kos-kosan ya mba.. bukan sewa rumah gitu

    ReplyDelete
  19. Lebih bagus sewa rumah sih mba yah karena lebih leluasa apalagi kalau tinggal di sebuah daerah dan gak permanen

    ReplyDelete
  20. Jaman aku di Jakarta, alhamdulillah dapet sewa rumah yang ngehits banget di Jaksel, wkwk. Dia sekomplek gitu Mak Yo, ada kurang lebih 35 pintu. Harganya termasuk terjangkau dengan fasilitas yang ada dan lingkungannya enaaak, masya Allah.

    Rata-rata udah lama tinggal di sana, bahkan ada yang mantu juga di sana doooong. Makanya susah banget kalau mau ngontrak di situ karena kalau ada yang kosong pasti gercep kasih tau teman/saudaranya.

    Nah, rejekiku dapet dari walimurid. Blio pindah ke Jawa, dan sebelumnya tlp aku nanyain mau pindah ke situ nggak? Waaaa mau tentu saja :D.

    ReplyDelete
  21. Jadi begini tips sewa rumah di Jakarta. Infonya bermanfaat nih, Mbak. Bulan depan kalau jadi berangkat ke Jakarta maka aku pun ingin mempraktikkan tips-tips ini.

    ReplyDelete
  22. Hihi...tip ini udah aku praktekkan saat mencari rumah di Jakarta. Btw untuk standar harga di tiap-tiap kecamatan yang ada di Jakarta beda-beda sih ya. Semakin ke pinggir biasanya makin murah :)

    ReplyDelete
  23. Harga kontrakan Deket rumah ku udah mahal-mahal banget kak ..untuk 3 petak aja itu udah 1 JT-an tapi ya masing-masing kawasan beda-beda sih ya.

    ReplyDelete
  24. Susah emang cari rumah sewaan di Jakarta yang murah n sesuai keinginan. Apalagi kalau kontrakan petak, sekarang aja ada yg sejuta sebulan. Tapi memang bangunan baru & dalemnya bagus sih. Cuma tetep, di pinggiran jakarta itu masuknya.

    ReplyDelete
  25. Kalau tinggal di kota besar, seperti Jakarta, tinggal di rumah kontrakan merupakan pilihan yang baik, Karena harga rumkah cukup tinggi.

    ReplyDelete
  26. Dulu mimpi bngt punya rumah di Jakarta biar bisa dkt dg tempat aktivitas cuma krn mahal akhirnya melipir k pinggiran dikit

    ReplyDelete
  27. Aku justru males pindah2 kalo sewa rumah. Bawa barang2nya itu banyak banget karena aku suka ngumpulin printilan. Jadilah beli rumah di pinggir Jakarta.

    ReplyDelete
  28. Kalau belum ada dana untuk DP, sewa rumah memang bisa jadi pilihan ya, dulu pun saya sewa rumah di Bandung sebelum pindah ke Sukabumi

    ReplyDelete
  29. Kalau yang masih sendiri atau keluarga kecil mungkin sewa rumah bisa jadi pilihan ya.. Nah sambil kumpul2 dana untuk beli rumah sendiri, bagus juga diterapkan tips2 sewa rumah dari mba.. TFS ya

    ReplyDelete
  30. Ya bener banget kalau mau rumah yang murah belinya di daerah Jakarta pinggiran, asalkan sabar selama beberapa tahun kedepan soalnya macetnya nggak ketulungan

    ReplyDelete
  31. Memiliki rumah sendiri memang mahal banget ya biayanya, apalagi di ibu kota, huaaahh... Dengan cara menyewa rumah begini, paling tidak kebutuhan papan sudah terpenuhi ya. Tinggal investasi sejak dini aja jika memang merencanakan untuk punya rumah sendiri.

    ReplyDelete
  32. Wah berguna sekali nih buat aku yg memang lagi cari kontrakan di jkt. Terimakasih banyak atas sharingnya. Aku bookmark dulu 😍

    ReplyDelete
  33. Kontrakan di Jakarta mahal-mahal memang. Semoga banyak yang baca ini deh. Biar dapet rumah sewa yang bagus dengan harga yang murah pula.

    ReplyDelete
  34. Aku dulu saat pertama kali kontrak di Jaksel alhamdulillah dapatnya rumah baru, pas kontrak di Depok dapat rumah baru lagi, waktu itu harganya murce. Skrng kyknya dah naik hampir separuhnya hehe

    ReplyDelete
  35. Kupikir udah ga ada lagi kontrakan murah di Jakarta seiring dengan berjalannya waktu. Surabaya aja susah nih.

    ReplyDelete
  36. Bener anget mbak gak ada tanggungan PBB, kadang yan punya rumah suka lalai membayarkannya

    ReplyDelete
  37. Iya nih kalau cari rumah sewa di Jakarta mending yang dekat dengan KRL biar mudah kemana-mana tanpa macet

    ReplyDelete
  38. Jadi keinget saya sendiri yang sampai sekarang masih nyewa rumah dan terus berdoa sambik berusaha, suatu hari kelak bisa punya rumah sendiri dengan beli langsung.

    ReplyDelete
  39. bukannya rumah di pinggiran jakarta justru lebih mahal ya mba? soalnya setauku semakin dekat akses dengan jalan raya atau jalan besar harganya jadi lebih mahal..

    ReplyDelete
  40. Setuju! Memang harus cermat nih kalo mau sewa rumah, seperti kondisi rumah itu, perlu diteliti dengan cermat, juga survey harga, perlu banget ya.

    ReplyDelete
  41. Penyewa rumah tidak ada PBB, yupz, karena memang belum punya rumah gimana mau bayar pajaknya. Dan menyewa rumah juga cukup ringan ya, tidak perlu memikiran biaya perawatan rumah ini dan itu

    ReplyDelete
  42. enaknya ngontrak di Jakarta tuh deket dg tempat kerja :)

    ReplyDelete
  43. Iya sih, kalo kontrak emang jatuhnya murah apalagi kalo dekat tempat kerja

    ReplyDelete
  44. Thanks mba tipsnya. Daerah pinggiran memang lebih murah. Dan aku baru tau ada peraruran tentang sewa rumah.

    ReplyDelete
  45. Kebetulan adik saya lagi nyari rumah kontrakan di Jakarta, saya share ya linknya ke adik

    ReplyDelete
  46. Sayapun masih memilih mengontrak di Jakarta nih mba, sambil menabung untuk membeli rumah di pinggiran Jakarta yang bisa akses KRL 😊.

    ReplyDelete
  47. Kalau di Jakarta belum pernah menyewa rumah si Mbak, kalau saya menyewa petakan pas awal menikah, Terus sekarang masih menjadi kontraktor rumah di daerah Tangerang. Sayapun sebelum menyewa sebuah rumah, kudu survei dan memastikan kondisi rumah aman dan nyaman serta nyodorin anak untuk melihat lihat kondisi rumah juga. Biasanya anak kan paling ngeh ya, dia cocok atau ndak. Pengalamanku sich gitiu

    ReplyDelete
  48. Aku pikir Jakarta itu sudah susah cari kontrakan rumah, tapi namanya kebutuhan pasti ada yang selalu suply ya Mba, makasi banget tipsnya :) Boleh aku coba nih

    ReplyDelete
  49. Makin susah ya rumah kontrakan yang harganya murah. Apalagi di Jakarta. Semoga banyak yang baca tulisan ini, biar yang nyari kontrakan murah di Jakarta bisa segera dapet. :)

    ReplyDelete
  50. Malesnya kalo nyewa tu, pingin beli apa-apa harus mikir panjang, ntae pindahnya repot kebanyakan barang.

    ReplyDelete
  51. Menyewa rumah di jakarta ternyata masih ada yang terjangkau ya mbak. Mmg niat awal harus yakin bisa beli rumah, jadi sewa rumahnya gak lama-lama, dan syukur Alhamdulillah kalau setelahnya bisa bikin rumah untuk disewakan, aamiin

    ReplyDelete
  52. Sekarang aku lagi nyewa rumah mba di Jakarta karena jadi solusi rumahku lagi direnovasi. Dan alhamdulillah lebih nyaman sekarag untuk nyewa rumah :)

    ReplyDelete
  53. Jarang loh nyewa rumah di Jakarta dengan harga yang ramah kantong, karena kebanyakan emang pada mahal-mahal sih setauku. Apalagi area Jakarta Selatan dan Pusat, agak wow banget. Karena pengalaman mau nyewa rumah untuk kakak ipar pas balik ke Indonesia.

    ReplyDelete
  54. klo bli rumah di jakarta mmg harganya luar biasaa, blom lagi pajak utk rumah dikenan utk yg diatas 1 M, memang kalau sewa jadi dpt beberapa keuntungan sih

    ReplyDelete
  55. Kalau rantau emang enaknya sewa aja ya mb. Lebih hemat dan uangnya utk beli rumah di desa biar nanti masih bisa dekat dengan orang tua

    ReplyDelete
  56. Susah dapat sewa murah, kecuali di dalam gang yg yaaaa gtu deh lingkungannya, kalau di Jkt hiks. Emang kudu minggir ke pinggiran, alternatifnya kyk Depok, eski jg gak murah hehe. Tapi kalau dapat akses KRL dah lumayan banget :D

    ReplyDelete
  57. Kebutuhan akan rumah memang merupakan kebutuhan yang amat penting ya. Jika belum sanggup memiliki sendiri, salah satu tipsnya harus dibaca nih dari postingan ini untuk mendapatkan kontrakan yang murah di Jakarta.

    ReplyDelete
  58. Wah ternyata masih ada juga ya sewa rumah dengan harga miring di Jakarta. Soalnya aku tahunya semua serba mahal banget kalo tinggal di ibu kota.

    ReplyDelete
  59. Mudah2an kami ga ada cerita pindah tinggal ke jakarta. Tapi kalau ada kejadian kayak gitu, post ini wajib dibaca lagi. TfS mba yoo :)

    ReplyDelete
  60. Mudah2an yang cari rumah dapat rumah yg bagus, tapi dirawat juga yaa jgn mentang2 rumah sewa sama sekali nggak drwt, pengalaman nyewain rumah, rmh kok malah jadi ancur

    ReplyDelete
  61. Aku sampai sekarang masih jadi kontraktor nih, alias tukang ngontrak rumah

    ReplyDelete
  62. Jadi inget dulu, betapa susahnya cari kontrakan di Jakarta, :(

    ReplyDelete