Wednesday, November 14, 2018

Geoforest Watu Payung, Sekeping Pesona Di Antara Pegunungan Sewu

geoforest watu payung gunung kidul

Gunung Kidul, sebuah kabupaten di sebelah tenggara Daerah Istimewa Yogyakarta ini sempat dikenal sebagai daerah tandus dan sering mengalami kekeringan di musim kemarau. Kepadatan penduduknya yang relatif rendah dibanding kabupaten-kabupaten tetangga dan penduduk usia produktif yang lebih suka mengadu nasib di kota lain membuat wilayah ini kekurangan sumber daya manusia untuk memajukan produktivitas dan perekonomiannya.

Tapi itu dulu, beberapa tahun belakangan Gunung Kidul mulai bergeliat. Masyarakatnya sudah menyadari potensi tersembunyi yang dianugerahkan alam kepada tanah kelahiran mereka. Pelan tapi pasti, mereka mengubah Gunung Kidul yang gersang menjadi daerah tujuan wisata dengan puluhan pesona.

Karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di sisi selatan, Gunung Kidul memiliki deretan pantai berpasir putih yang terbentang mulai dari kecamatan Purwosari hingga Girisubo. Keindahannya sudah terbukti sanggup menarik jutaan pengunjung setiap tahun. Sebut saja pantai Indrayanti, Wedi Ombo, Drini, Krukup, Sundak, Krakal, Gesing, dan buanyaaak lainnya.


Di Gunung Kidul  kita juga akan menemukan Gunung Nglanggeran, salah satu gunung api purba yang pernah aktif sekitar 60-70 juta tahun lalu. Dari puncak Ngglanggeran kita bisa menikmati sunrise dan sunset secara bergantian. Dan buat yang ingin melakukan pendakian tipis-tipis, puncak Nglanggeran ini bisa ditempuh hanya dalam waku 1,5 jam lho, medannya pun nggak terlalu berat bagi anak-anak.

Setelah pantai dan puncak gunung, ada juga aneka goa dan tebing karst seperti Goa Gelatik, Goa Seropan, Goa Jomblang, dan Cave Tubing Kalisuci yang terbentuk secara alami dari susunan stalaktit dan stalakmit indah. Di sini kita bisa menantang nyali dengan menyusuri bagian dalam perut bumi dan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya.

Masih belum cukup dengan pantai, gunung, dan gua?  Gunung Kidul juga punya wisata air terjun yang nggak kalah menarik, misalnya Air Terjun Sri Gethuk, Air Terjun Luweng Sampang, Air Terjun Kedung Kandang, dan masih banyak lagi.

Jelajah Kulon Progo: Air Terjun Taman Sungai Mudal



Geoforest Watu Payung Gunung Kidul

Gunung Kidul nggak akan pernah bisa habis dijelajahi. Saat kita masih sibuk merencakan kunjungan ke beberapa tempat hits di sana, eh malah sudah muncul berita kalau ada tempat wisata yang baru dibuka lagi, ora uwis-uwis lah..

Seperti tempat wisata alam yang pernah saya datangi ini (Saya bilang pernah karena sudah lupa kapan tepatnya menjejak kaki ke sini, yang pasti sudah berbulan-bulan lalu, hehee).

Namanya Geoforest Watu Payungsebuah hutan konservasi di ujung sebelah barat kawasan Pegunungan Sewu yang terbentang di sepanjang Pantai Selatan Jawa. Deretan pegunungan Sewu sendiri konon terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam.




geoforest turunan watu payung gunung kidul

Selain memiliki aneka keragaman hayati, Geoforest Watu Payung juga menyajikan keindahan pegunungan gamping yang terbelah oleh sungai Oyo. Dari tempat ini kita juga bisa melihat bekas titik pusat gempa yang menghantam Jogja pada tahun 2006 silam.

Suatu Pagi di Hari Sabtu 27 Mei 2006

Disebut Watu Payung karena di pintu masuk lokasi terdapat batu dengan bentuk melebar seperti payung, dari bentuknya itu lah lokasi ini dinamakan watu payung oleh penduduk sekitar. Padahal nama sebenarnya adalah Geoforest Turunan, karena bertempat di kawasan perbukitan karst di Padukuhan Turunan, Desa Girisuko, Kecataman Panggang, Kabupaten Gunungkidul.


Ini dia batu yang konon mirip dengan payung. Mirip nggak sih?

Waktu terbaik untuk mengunjungi Geoforest Watu Payung adalah pagi sekali atau sore menjelang senja sekalian. Dari tepi tebingnya kita bisa menikmati saat matahari terbit berbonus kabut pagi tebal yang menyelimuti wilayah sekitar, membuat kita seolah berdiri diatas awan. Jelang senja, cahaya emas matahari kembali menyirami wilayah ini, membangkitkan romantisme pada semua pengunjungnya.




Sayangnya, kemarin kami berkunjung ke sini tepat jam 12 siang, saat matahari sedang galak-galaknya. Jadi jangankan melihat sunrise atau sunset, mau foto-foto aja rasanya berat bangeet, meleleh sist.. salah sendiri, makanya jangan males bangun pagi..

geoforest watu payung turunan gunung kidul
Silau ya dek :))


Spot Foto Keren di Sekitar Geoforest Watu Payung

Teman-teman yang pernah berkunjung ke Hutan Pinus Pengger pasti tahu kalau di sana banyak karya seni keren buatan seniman lokal yang kemudian dijadikan spot foto kekinian. Seniman-seniman yang sama ini lah yang menggarap spot foto di Geoforest Watu Payung. Hasilnya nggak kalah keren dengan yang ada di Pengger lho.


geoforest watu payung turunan gunung kidul
terjebak di dalam lubang :)

geoforest watu payung turunan gunung kidul
Lubang ini dibuat dari jalinan akar pohon.
Rapih dan keren banget ya?


Rute Menuju Geoforest Watu Payung

Dari pusat kota Jogja menuju Geoforest Watu Payung cuma perlu menempuh waktu satu jam perjalanan dengan mobil, termasuk dekat kalau mengingat medan tempuh ke Gunung Kidul penuh tanjakan berliku mirip kisah cinta Rahul dan Anjali (siapa hayoo??)

Paling enak sih lewat Jalan Imogiri Barat, terus sampai ke Jalan Siluk Panggang, dari situ tinggal lurus saja sampai bertemu papan petunjuk ke arah Geoforest Watu Payung di kiri jalan. Petunjuk itu bisa dilihat sebelum Restoran Kopi Panggang (yang pisang goreng dan teh hangatnya enak banget), jadi kalau kamu merasa sudah melewati Kopi Panggang, ya berarti kebablasan, hehee.






Saat kami ke sini, Geoforest Watu Payung belum diresmikan secara khusus oleh pemerintah daerah, jadi belum ada tiket masuk yang harus dibayar pengunjung, cukup membayar tiket parkir sebesar lima ribu rupiah untuk mobil, dan dua ribu rupiah untuk motor.

Meski belum dikenakan tarif masuk, fasilitas umum di Geoforest Watu Payung ini cukup lengkap, selain lahan parkir yang luas dan mudah diakses, juga disediakan kamar mandi, mushalla, warung makan dan gazebo untuk beristirahat.


Dari Geoforest Watu Payung kita bisa melanjutkan perjalanan ke Pantai Gesing, Pantai Nguluran (Teras Kaca) atau Pantai Kesirat, lokasi ketiganya nggak terlalu jauh, masih berada di kecamatan Panggang. Bayangkan dalam satu hari kita bisa meyapa matahari terbit di Watu Payung, makan siang di Resto Kopi Panggang, dan menikmati senja di Pantai Kesirat. Seru banget pastinya.

Selamat menikmati Gunung Kidul, jangan lupa jaga kebersihan ya :)

19 comments:

  1. seru juga ya mbak naik gunung gitu ehehehe

    ReplyDelete
  2. Mba.. Batunya mirip jamur hehehehe

    Keren banget tempatnya, tapi sekaligus serem juga.
    Takut jatuh 😂😂😂

    Terlebih yang foto di dalam lubang, sama duduk di batu dekat jurang itu mba.
    Saya ngeri sendiri liatnya :D

    ReplyDelete
  3. Daku sama sekali belum pernah jelajah dengan naik gunung. Paling banter hanya naik bukit aja. Itu pun udah ngos-ngosan.😂 Semoga ada keberanian ah buat naik gunung ... Yeayy #SemangatCiee

    ReplyDelete
  4. Aku mupeng....
    Ya ampun keren ini. Apalagi kalau nemu kabut tipis dan bidadari.
    Oh ya, itu akses jalan ke sana bagus kan ya Mbak...ingat dulu kawasan sekitar Imogiri Barat ini nanjak dan jalanan sempit..enggak tahu sekarang

    ReplyDelete
  5. ngakak baca saat matahari sedang galak-galaknya boro2 ya mba mau selfie cantik demi menahan kulit tidak hitam :D

    ReplyDelete
  6. Wah jadi pengen ke sana mba. Emak-emak kan butuh piknik ama butuh me time hahaha. Semoga bisa berkesenpatan jalan-jalan ke sana. Kayaknya tempatnya enak banget ya buat nenangin diri sambil melihat matahari terbenam. MasyAllah pasti tenang banget itu

    ReplyDelete
  7. Saya juga dulu taunya Gunung Kidul itu daerah yang tandus. Bukan tempat yang menarik untuk dikunjungi. Sekarang mah kalau ke Jogja, gak ke Gunung Kidul rasanya ada yang kurang :)

    ReplyDelete
  8. Wah, keren banget fotonyaaa! Destinasi tambahan nih buat liburan tahun depan ke Yogya. Sayang Gunung Kidul itu jauh bgt yaa dari kota. Hehe. Makasih infonya mbak!

    ReplyDelete
  9. Itu akar pohon asli bisa dibentuk macam begitu ya Mbak? Pohon apaan sih? Beringin bukan?

    ReplyDelete
  10. Pemandangannya keren banget, sukses bikin envy soalnya pas saya ke Gunung Kidul cuma mampir ke pantainya saja.
    Bisa jadi wish list tempat buat liburan nih, thanks ulasannya mbak.

    ReplyDelete
  11. Owalah saya yang wong nggunung kidul aja belom pernah kesini loh mba hahhaa... paling banter ke pantai dowang.

    ReplyDelete
  12. Wah kampungnya ibuku ini Gunung Kidul. Tapi aku tahunya cuma ke pantai kalo ke GK hehe.

    ReplyDelete
  13. Wah mba, itu lubangnya keren ya. Dr jalinan akar pohon apa itu tepatnya mba? Dr dulu ak taunya gunung kidul ini cm denger2 gt aj. Tyt tempatnya keceh ya..

    ReplyDelete
  14. Mbak rumah nenekku kan Pacitan ya. Msh sejalur kyke hehe.Dulu tu Gunung Kidul terkenalnya kalau di area rumah nenekku tu daerah gersang dll. Ternyata akhir2 ini justru Gunung Kidul tu makin membangun dan makin banyak area wisatanya ya. Moga2 kalau ke Yogyakarta bisa nih nyempetin mampir Gunung Kidul :D tibake indah jg yo hehehe

    ReplyDelete
  15. Duh itu kabutnya bikin makin eksotis aja, tapi harus nyubuh y untuk dapet view cakep begitu.. kalo bawa anak balita aman ngga y mba kesana? Rute nya terutama

    ReplyDelete
  16. Mbakkkk...arghhh..keren deh.jadi mupeng pengen kesana...duh... bener2 indah ya, apalagi kesana bareng keluarga...indah bangettt

    ReplyDelete
  17. Seru ya tempat wisatanya. Aku jadi pengen jalan-jalan ke geoforest watu payung.
    Tapi bahaya gak ya kesana?

    ReplyDelete
  18. Ini beda ya mbak sama kebuh buah Mangunan? Sekilas view yang ditawarkan mirip ya.

    ReplyDelete
  19. berkali-kali liat foto batunya, mana bentuk payungnya yak? hahaha.. aku mau coba kesana ajak anak2 tapi tunggu agak gede dulu kali ya..

    ReplyDelete