Thursday, December 06, 2018

Resolusi Romantis Kami di 2019



Siapa yang setiap mendekati pergantian tahun masih rajin menyusun resolusi? Kalau saya sudah menyerah dan berhenti menyusun resolusi sejak sekian tahun yang lalu. Lha gimana, semua resolusi yang saya buat selalu berakhir jadi ilusi. Jadi saya putuskan berhenti membuat resolusi. Entah itu tentang olahraga, tujuan travelling,  atau pekerjaan. Saya jalani saja kesempatan-kesempatan yang saya dapat dengan maksimal.

Padahal membuat resolusi bisa membantu kita menentukan prioritas sehari-hari. Resolusi juga berguna untuk evaluasi diri, supaya kita tahu apa saja yang harus ditingkatkan atau diperbaiki di tahun ini. Ada benarnya memang, hidup tanpa tujuan terencana itu kok rasanya kaya makan tahu goreng nggak pakai rawit yaa, tetap enak sih, tapi datar aja gak ada semangatnya.


Jadi akhirnya saya tergerak kembali membuat rencana setahun kedepan. Tapi kali ini melibatkan suami, karena kami hidup berdua, apa yang saya lakukan akan berpengaruh ke suami juga. Hitung-hitung sebagai penyemangat maariage life kami di tahun kesembilan ini :)


Resolusi Romantis Kami di 2019

1. Menambah Pos Investasi

Ini sih nggak romantis sama sekali tapi penting buat masa depan kami, karena kami sudah sepakat nggak mengandalkan bantuan anak di hari tua nanti. Maunya bisa jalan-jalan berdua menghabiskan sisa usia (uhuk!)

Untuk mewujudkan itu kami harus punya investasi yang cukup. Padahal di luar pos-pos investasi keluarga seperti dana darurat dan pendidikan anak-anak, kami baru punya satu pos investasi untuk dana pensiun, rasanya masih kurang. Jadi mulai tahun depan rencananya kami akan mencoba berinvestasi emas seperti menabung emas di pegadaian syariah.

2. Belajar Bersama

Di awal menikah saya dan suami sering belajar desain grafis bersama sekaligus menikmati quality time tanpa menggosipkan tetangga depan #eh. Setelah punya anak dan kesibukan suami bertambah, kami nggak pernah lagi menghabiskan waku di depan laptop berdua. Kemarin sempat sih membicarakan kerinduan belajar bersama seperti dulu, Insya Allah tahun depan kami sama-sama akan mengurangi aktivitas masing-masing supaya punya waktu belajar lagi.

3. Pampering Each Other

Kapan hari suami pernah protes, katanya dulu saya rajin merawat wajahnya, sekarang beliau bahkan  sudah lupa rasanya di facial. Terus saya juga komplain, dulu dia nggak pernah lupa potongin kuku saya, kok sekarang nggak pernah lagi? Wkwkwkk.

Yaa maklum deh, di lima tahun pertama pernikahan, sayangnya masih lebay, tapi masih terlalu kere buat hura-hura setiap weekend. Jadinya hari minggu di rumah saja, lalu saya iseng kasih suami masker dan perawatan muka lainnya. Suami juga kayanya masih kurang kerjaan, jadi suka gemes kalau lihat kuku saya panjang sedikit saja, buru-buru ambil gunting kuku lalu menggunting kuku saya. Ini suami atau papah ya ? LOL.


Jadi mulai sekarang kami akan berusaha lebih perhatian ke hal-hal receh seperti ini, hal-hal murah dan mudah yang dulu bisa mendekatkan kami.

4. Kencan Berdua di Tengah Malam

Sebetulnya sejak masih pacaran kami jarang punya janji kencan spesial, seperti dinner romantis atau nonton film berdua. Saya nggak pernah minta dan suami nggak pernah ngajak juga, hahahaah. Kalau makan di luar ya karena lapar, nonton film lebih sering bareng teman biar nggak bosen dan ketiduran di bioskop. Ssetelah menikah, lebih suka keruntelan di rumah dan baru keluar tengah malam buat cari ayam goreng di pinggir Jalan Solo, lalu mengelilingi kota Jogja sampai hampir Shubuh.

Setelah ada anak-anak, keluyuran tengah malam jadi sesuatu yang langka. Kadang ada rasa kangen berboncengan naik motor melawan udara dingin dan menikmati sepinya Jogja, saling bertukar cerita tanpa terganggu notifikasi smartphone (nggak akan ada yang berisik di jam 2 pagi yakan?)

Belakangan ini suami sering bilang pingin keluar tengah malam lagi buat hunting foto. Asiik..pasti seru banget hunting streetphotography di tengah malam, suasananya akan beda. Dan setelahnya kami bisa makan ayam goreng lagi :))

5. Hiking Berdua

Meski sama-sama menyukai aktivitas di alam kami belum pernah hiking berdua. Mungkin karena kami baru bertemu setelah sama-sama sibuk kerja, nggak sempat memikirkan piknik apalagi masuk hutan berhari-hari. Lalu menikah dan langsung hamil, makin pupus lah cita-cita hiking berdua.

Tahun ini kami sudah punya rencana hiking tipis berdua, anak-anak sementara di tempat Oma. Pingin lihat sunrise dan sunset di Bukit B29. Waktu pastinya belum direncanakan sih, mungkin sekalian mudik lebaran nanti.

Baca juga Puncak B29 dan Rindu Yang Tersimpan

Minta doanya semoga semua rencana kami dimudahkan yaa.. Kalau teman-teman punya rencana apa saja buat mengisi tahun 2019 nanti? :)

No comments:

Post a Comment