Tuesday, September 11, 2018

Bullet Journal: Seni Melepas Stres Sambil Tetap Produktif

Cara Membuat Bullet Journal
Bullet Journal Adalah..
photo credit: @bookpacker

Beberapa waktu yang lalu saya dan teman-teman blogger Jogja mendapat kesempatan mengikuti workshop Bullet Journal. Workshop ini merupakan rangkaian dari event Kreatif Pasti Sukses bersama Standardpen di Jogja City Mall. Selain Bullet Journal  masih ada workshop lainnya seperti Sketsa, Doodle, dan Teknik Grafito.

Kenapa memilih mengikuti workshop Bullet Journal dibanding lainnya? Ya karena itu yang ditawarkan kepada kami oleh pihak penyelanggara hahaa. Enggak ding, itu karena blogger erat kaitannya dengan journal. Pekerjaan kita sebagai freelancer menuntut kemampuan manajemen waktu yang baik yakan? Karena itu kita juga butuh ilmu menyusun jurnal harian dengan benar, gak asal tulis sana, tulis sini, lalu nggak kebaca saking ruwetnya itu agenda (wuiih banyak job dong kalau gitu..)

Cara Membuat Bullet Journal
Suasana workshop bullet journal bersama Standard
Photo Credit: @bookpacker
Jujur, saya masih asing dengan istilah ini, haaah mosok ngisi jurnal aja harus diajari? 

Setelah buka Pinterest baru deh saya ngeh kalau Bullet Journal ini sudah sering saya buat bertahun-tahun lampau, saat handphone bernada poliponik masih berjaya, saat semua netijen masih bersatu dalam pelukan Friendster, dan saat 100 SMS perhari adalah satu-satunya perekat kita dengan gebetan. 

Cuma dulu mah belum tahu kalau itu namanya Bullet Journal, tahunya ya coret-coret agenda saja, biar nggak bengong di kamar nunggu pacar nelepon, biar nggak manyun nunggu KRL di Stasiun UI, biar kelihatan sibuk di kelas sambil nunggu dosen datang.

Konon, Bullet Journal (or BuJo for short) diciptakan oleh Ryder Carroll, seorang desainer produk digital dan penulis yang tinggal di Brooklyn, NY. Sejak awal hidupnya beliau didiagnosa memiliki ketidakmampuan belajar dan berusaha mencari cara lain untuk bisa fokus dan produktif. Setelah bertahun-tahun, beliau mengembangkan sebuah metode yang disebut the art of intentional living atau seni hidup yang disengaja.

Source: bulletjournal.com


BuJo (tanpa ‘r’ di tengahnya yaa) adalah sistem perencanaan manual perpaduan dari planner, to-do-list, sekaligus diary. Di situ kita bisa menuangkan jadwal harian, rencana kerja, sampai tujuan-tujuan hidup kita. Dengan adanya BuJo aktifitas harian kita akan lebih terpantau, prioritas dan produktifitas kerja juga lebih terarah, asalkaan.. kita rajin mengisi BuJo kita :p


Nah, supaya lebih rajin mengisi BuJo, si pemilik biasanya akan menghiasnya dengan aneka gambar atau simbol-simbol, tergantung kepribadian dan kreativitas si pemilik BuJo. Orang yang hobi doodle, BuJonya pasti penuh gambar-gambar lucu dan indah, beberapa teman saya ada yang menyisipkan quotes atau hadist penyemangat hidup dalam lembaran-lembaran BuJo miliknya. Nah kalau kaya saya, bisa rapih tanpa banyak tip-ex saja sudah Alhamdulillah bangeet :))) 

Ini alasannya kenapa BuJo disebut sebagai seni, karena ada personal touch yang nggak mungkin sama pada masing-masing orang.

Oh ya, seperti doodle dan coloring book, BuJo juga bisa berfungsi sebagai stress relief, karena di dalam BuJo kita bisa bebas menuangkan emosi dalam bentuk tulisan, gambar, simbol dan warna-warni.


Cara Membuat Bullet Journal
Peserta workshop yang sedang asik dengan BuJo-nya
Photo credit: @bookpacker


Cara Membuat Bullet Journal


Sudah mulai tertarik? Sini saya kasih tahu cara membuat Bullet Journal yang benar, karena walaupun sifatnya personal, ngisi BuJo nggak bisa sembarangan juga, salah-salah isinya malah curhatan semua, gagal produktif deh.

Pertama yang harus disiapkan ya buku jurnalnya, kan nggak mungkin ngisi BuJo di papan tulis :p

Pilih yang polosan biar enak mau dicorat coret dan dikasih warna apapun nantinya, ukurannya pun yang biasa saja, jangan terlalu besar karena kita cuma mau menulis jadwal harian, bukan pembukuan perusahaan.

Untuk menulisnya kita bisa gunakan pensil (saya prefer pensil matic karena ujungnya lancip terus), spidol, stabilo, dan bolpoin, pilih yang mata pen-nya lancip seperti gel pen keluaran Standard, kemarin saat workshop saya pakai gel pen ini dan enak banget, tintanya keluar dengan lancar tapi nggak mbleber (apa sih bahasa indonesianya mbleber?)

Supaya lebih menarik bisa kita tempeli post-it, stiker, washi tape, kertas origami yang digunting, apa saja bebas asal cocok :)

Ditengah asyiknya ngeBuJo. Photo credit: @imasatrianto
Membuat BuJo biasanya diawali dengan Index, berupa daftar isi, kata kunci dan simbol-simbol yang mewakili isi kepala dan hati kita (tsaaelaaa), daftar isi ini penting supaya kita nggak susah mencari halaman yang butuh kita lihat nanti. Kalau belum tahu mau dibuat seperti apanya indexnya, kosongkan saja 1-3 halaman paling depan, dan buat daftar isi setelah jurnalnya selesai.

Baca juga: Bersama Menjadi Cantik Resik di Arisan Resik HijUp

Selanjutnya kita membuat Log, berisi rencana bulanan, mingguan, dan harian, misalnya seminggu ini kita harus ngapain saja, seharian ini apa saja yang harus didahulukan. Log ini sifatnya bebas, boleh digambarin, diwarnain, ditempeli stiker kawaii nan unyu, dikasih simbol-simbol huruf paku, terseraaah.. asal prioritas yang tercantum disitu langsung dikerjakan, bukan cuma sibuk menghias jurnalnya saja, oops :))

Terakhir adalah Collection, bagian ini diisi dengan daftar apa saja yang ingin dicapai dalam waktu tertentu, misalnya: monthly groceries, budget list, financial plan, travel wishlist, dan semacamnya. Di sini kita bisa menambahkan quote penyemangat yang sesuai wishlist, boleh juga quote pelipur lara jaga-jaga jika wishlistnya belum terkabul, hihihii.

Gimana? Sudah ada bayangan akan membuat BuJo yang seperti apa? Buat yang masih bingung, coba deh meluncur ke Pinterest, ada banyak banget ide-ide membuat BuJo yang super cuantiiik.

Selamat berkreasi sambil tetap produktif yaa :)

48 comments:

  1. Aku juga baru kali ini tau tentang bullet journal.

    ReplyDelete
  2. Aku jadi penasaran sama bolpen Standard warna-warninya..

    ReplyDelete
  3. dan asyiknya tuuuh, kita bisa tambahkan ilustrasi apa aja yang kita mau yaaa mba. Aku suka nulis dengan cursive letter dan kaligrafi di jurnal lhooo

    ReplyDelete
  4. Iya, dulu taunya kalau bukan agenda ya diary. Seru ya jadi seperti kembali ke masa lalu hehehe

    ReplyDelete
  5. Berasa kembali muda kalo bikin Bullet Journal, hahaha. Dulu aih namanya agenda ya, tapi dengan ditambah kreasi yang punya. Kalo seni artistiknya bagus, pasti banyak hiasan keren di BuJo nya

    ReplyDelete
  6. Baru tau nih tentang BuJo.
    Seperti scrapbook gitu?

    ReplyDelete
  7. Waktu single sering bikin jurnal dikreatifitas jadi menarik gini. Sekarang klo buang stres paling nulis personal aja

    ReplyDelete
  8. keren yah kak acaranya, harusnya anak2 jaman now lebih menarik membuat ini dibanding catatN di HP yah

    ReplyDelete
  9. Bikin buJo = nostalgia (merasa anak) SMA. Kalau aku kayanya bakalan lebih banyak ngehias hias daripada nulisi to di list #mintakdilemparstandard

    ReplyDelete
  10. Bagus juga yah jadi agenda kegiatan bikin bujo sama anak-anak :))

    ReplyDelete
  11. Wah ternyata begini cara ngisi jurnal yg berfaedah, ga sekadar indah hihihi..

    ReplyDelete
  12. Jadi pengen belajar bikin bujo juga utk kegiatam sehari2...

    ReplyDelete
  13. Mbaa, anak anak usia berapa ya bisa mencoba membuat boju ini, mba? Atau hanya untuk dewasa aja? Soalnya anakku suka kreasi seperti ini

    ReplyDelete
  14. Gara-gara kalian nih aku jadi beli jurnal dan bikin ginian juga. Tapi aku sukaaaa

    ReplyDelete
  15. Aku nggak ada bayangan kalo bikin sendiri. Hihi. Beli yg udah jadi ada nggak si

    ReplyDelete
  16. aku juga baru tau mba klo itu namanya Bullet Journal.
    Padahal pas jaman sekolah sering bikin beginian.
    hahahhaa

    sekarang jurnal lebih ke pengingat kegiatan. Biar gak keteteran.

    ReplyDelete
  17. I honestly malas bikin beginian sih mba, tapi kayaknya seru dan malah bikin semangat ya apalagi pakai pulpen standard

    ReplyDelete
  18. kebiasaan ngetik jadi bikin males nulis manual, tapi kalo dibujo bisa jadi lebih semangat orek2 kertasnya

    ReplyDelete
  19. Memang perlu ya kita membuat jurnal biar hidup kita lebih fokus dengan impian impian yang ingin kita capai apalagi bisa makin mengenal potensi diri

    ReplyDelete
  20. Aku jd pengen bikin nih mbak. Soalnya kayaknya bikin semangat pas bikin jadwal harian yaaa. Jg semangat mencapai target2 harian.

    ReplyDelete
  21. ih, baru mau bilang, lihat BuJo jadi inget burjo, haha.. betewe, pulpen warna warni konon bisa membantu anak yang cara belajarnya tipe visual, supaya bisa lebih cepat menghafal. :)

    ReplyDelete
  22. Jadi intinya bukan sibuk menghias ya mba tapi dikerjakan yg ditulis. Aku kenlbayangnya bujo cicma bikin lelah menghias aja warna warniin. Jadi jelas bacs poin poin diatas

    ReplyDelete
  23. Dengan membuat jurnal, kita bisa tahu mana kegiatan kita yang prioritas dan tentunya bisa membuat kita lebih produktif ya...

    ReplyDelete
  24. Halo mbak..kalo sekarang namanya Bullet Journal ya..dulu sih saya suka juga tuh bikin orat-oret di buku khusus, sekarang malah ga pernah lagi. Jadi yah nganggur aja deh BuJonya.

    ReplyDelete
  25. Mosok ngisi BuJo aja diajari, hahahaha. Jebulane ketika kita disodori kertas suruh ngurek-urek dan dikasih kertas sama lem, malah bingung ya beb mau ngapain. Alhasil, senangnya prakarya kita Bullet Journal berhasil dibuat. ^_^

    ReplyDelete
  26. Sepertinya semua peserta fokus pada BuJo masing-masing yaa. Asyik banget nulis pake pulpen warna warni ��

    ReplyDelete
  27. Aku belum pernah bikin Bullet Journal sendiri karena aku anaknya nggak kreatif -_____-
    Btw, Mbak kalau taruh foto, kalau bisa agak gedean dikit biar bisa dilihat lebih jelas. Hehe. :))

    ReplyDelete
  28. Yang beginian ternyata ada ilmunya ya mb.. dulu inget banget pernah buat brain map gitu untuk mempermudah saat mau menghapal pelajaran. Kangen euy nyoret-nyoret pake spidol warna-warni lagih.

    ReplyDelete
  29. Suka banget sama kreatifitas seperti ini...
    Tulis menulis, tapi jadi indah dan sudah pasti bermanfaat ((sebagai reminder diri sendiri))

    Mulai lagi aahh~
    Bikin Bujo.

    ReplyDelete
  30. Aduhh mupeng banget dengan kegiatan ini. Moga standar mampir di Bogor atau Jabodetabek deh, biar bisa ikutan hihi bagus mbak Bullet jurnalnya

    ReplyDelete
  31. workshop yang keren banget ini. AKu kepengen ikutan mba, biar stress ku berkurang heheheh asik gitu kayaknya ya mba jadi lebih kreatif

    ReplyDelete
  32. Aku termasuk yg suka banget agenda nya diwarna-warnain mba ehehe. Kapan ya ada acara kaya gini di Tangerang

    ReplyDelete
  33. Jadi pengen burjo hahaha.
    Eh tapi bener ya, awalnya juga mikir, cuman ngisi journal aja masa harus diajarin segala.
    Tapi kalau journal kayak gini mah emang perlu latihan :)

    ReplyDelete
  34. jadi pengen buat juga.. pulpen warna warni nya itu loh, aku jadi ingin punya juga.. kayaknya jadi lebih tertata lagi ya kalau punya jurnal kayak gini

    ReplyDelete
  35. Meski sudah berkeluarga saya masih suka bikin semacam jurnal2 gini loh. Meski cuma di kertas buku, saya buat semacam pembukuan pemasukan dari ngeblog. Meski cuma di papan tulis yang suka rebutan sama anak, saya suka bikin catatan job apa dl kapan dan tugasnya apa aja. Hahaha semacam blogger profesional saja ya gayanya...

    ReplyDelete
  36. Pasti makin semangat kerja kalau lihat BuJo warna warni begini...jadi memotivasi diri. Mau coba ah bikin juga

    ReplyDelete
  37. Seru nih workshopnya. Kayaknya aku pengen bikin bullet journal juga deh. Secara sekarang aku bukan kuli pabrik lagi jadi kalo bikin bullet journal bisa bikin list jadwal harian mau ngapain aja soalnya sekarang lagi sibuk jualan produk kosmetik secara online.

    ReplyDelete
  38. Wah jd pengen bikin bullet journal juga mbak :D
    Seru ya bikin mood booster jg buat beraktivitas dan review hasil pencapaian hari itu :D

    ReplyDelete
  39. seru banget acaranya, mom.
    Pengen banget belajar bikin bullet journal :)

    ReplyDelete
  40. Seruu ya acaranya, di Bandung belum ada nih acara workshop bikin Bullet Journal ini. Semoga nanti ada.. pengen ikutan..

    ReplyDelete
  41. Mba, bagi orang yang punya daya kreatifitas rendah seperti aku apa juga bisa ya? Hiks soalnya aku ga kreatif blas. Tapi kayaknya aku akan coba praktekkan deh. Membantu banget untuk buletin kegiatan sehari hari

    ReplyDelete
  42. Biasa nulis to do list pake journal biasa aja selama ini, jadi pengen bikin bullet journal versiku juga, biar lebih semangat ngisinya.

    ReplyDelete
  43. Jadi ingat masa-masa sekolah dulu. Senang banget bikin coretan-coretan begini. Kadang sengaja beli aticker biar tampilannya lebih cantik.
    Kaann.. Kaann.. Jadi nostalgia. Hahha

    ReplyDelete
  44. aih ini eventnya seru sekaliiii. jujur aku hobi juga nulis jurnal dan bikin poin2 buat kerjaan di jurnal. it is so fun indeed. dan bikin makin semangat. kadang kl stres sama kerjaan aja malah ngehias jurnal bukannya kelarin kerjaan ahahaha

    ReplyDelete
  45. Paling suka ngumpulin beli agenda salah satunya karena suka buat buat ginian. Hanya saja pas punya anak jadi males.

    ReplyDelete
  46. acaranya mengedukasi banget, siipppp..

    ini selain buat refresh bisa meningkatkan kreatifitas juga nih..

    ReplyDelete
  47. Wah buat bujo. Asyik nih. Kapan ada lagi ya mba? Mau juga ikutan ah.

    ReplyDelete
  48. Bujo ini bisa melatih kemampuan anak berkreasi lewat gambar dan tulisan.. sangat positif karna anak2 bisa bermain sambil belajar d dalamnya :)

    ReplyDelete