Friday, March 13, 2020

Menyusuri Jantung Kota Jogja Dalam Sehari, Bisa kemana Saja?

Menjelajah Jogja dalam sehari

Buat teman-teman yang ingin mengunjungi Jogja tapi hanya punya waktu sebentar, di #JumatJalanJalan ini saya mau ajak kalian menyusuri jantung kota jogja dalam sehari saja. Memang sih, beberapa tempat yang saya sebutkan adalah tempat wisata yang sudah mainstream di Yogya, tapi kali ini kita menjelajahinya dengan cara lain. Yap, dengan jalan kaki! Walau lagi libur, olahraga nggak boleh kendor kan yaa, jadi yuk kita jalan kaki menikmati eksotisme Yogya. Berani terima tantangan?



Malioboro Pagi Hari

Menjelajah Jogja dalam sehari

Rasa-rasanya semua sudah pernah ke Malioboro ya? Biasanya ngapain? Belanja dan Berburu kuliner?

Sesekali cobain deh menyusuri Malioboro di pagi hari, bisa sekalian jogging atau jalan santai, kita akan menemukan Malioboro yang tenang bebas dari lalu lalang kendaraan bermotor dan pedagang kaki lima, bisa selfie sepuasnya juga!



Berburu Dekorasi Rumah dan Properti Foto di Pasar Beringharjo Yogyakarta

Menjelajah Jogja dalam sehari

Setelah jam 9 pagi masuklah ke Pasar Beringharjo yang ada di sebelah timur jalan Malioboro. Apa yang terlintas di pikiranmu jika mendengar nama pasar tertua di Jogja itu disebut? Batik? Jilbab? Baju murah? Atau malah copet? HA HA HA. 

Kalau lagi ke sana biasanya jalan-jalan sampai lantai berapa? Sudah pernah naik sampai ke lantai 3 belum?

Meski nggak sepopuler pusat batik dan blok kuliner di lantai 1 dan lantai 2, Pasar Beringharjo lantai 3 ini sudah lama jadi favoritnya sebagian pencinta fotografi. Saya bilang sebagian karena ternyata masih banyak teman saya yang sesama orang Jogja dan menyukai fotografi bahkan gak tahu kalau tempat ini ada.

Di Pasar Beringharjo lantai 3 kita bakal menemukan blok yang menjual aneka kerajinan tangan, barang unik dan lucu yang biasa dipakai sebagai properti pendukung foto, terutama foto makanan, foto produk, dan stilllife photography. Kebanyakan terbuat dari berbagai jenis kayu, rotan, bambu, dan gerabah. Beberapa koleksi properti foto yang saya miliki juga berasal dari sini.



Tapi, sebelum teman-teman memulai perburuan, sebaiknya teman-teman sarapan dulu di lantai dasarnya. Ada soto legendanya Pasar Beringharjo, namanya Soto Pak Muh yang konon sudah berjualan di situ sejak tahun 1974.

Menjelajah Jogja dalam sehari


Wisata Sejarah dan Mengumpulkan Foto Cantik di Museum Benteng Vredeburg

Menjelajah Jogja dalam sehari

Museum Benteng Vredeburg terletak di perempatan ujung selatan jalan Malioboro atau sebelah kiri persis pasar Beringharjo. Bangunan kuno berupa benteng itu dulunya dibangun oleh pemerintahan Belanda sebagai salah satu pertahanan militer saat menyerang Keraton Ngayogyakarta, walaupun tempatnya agak spooky tapi interior di dalam benteng ini menarik sebagai spot berfoto.


Melihat Perjuangan Pangeran Diponegoro Hingga Jenderal Soedirman di Gedung Agung Istana Kepresidenan Yogyakarta

Menjelajah Jogja dalam sehari

Dari Museum Benteng Vredeburg, menyeberanglah. tepat di hdapannya teman-teman akan menemukan Gedung Agung alias Istana Kepresidenan Yogyakarta, salah satu dari enam Istana Kepresidenan yang ada di Indonesia. Meski berstatus Istana Kepresidenan, Gedung Agung dibuka untuk umum, artinya siapapun boleh berkunjung, tapi tentu saja atas seizin petugas protokol istana. 


Jadwal berkunjung Gedung Agung adalah hari senin-kamis pukul 08.00–14.00 WIB. Kita wajib berpakaian rapih dan bersepatu tertutup. Sebaiknya sih memakai baju batik. Untuk rombongan kecil seperti keluarga, bisa langsung datang dan melapor ke pos jaga, nanti akan diminta mengisi buku tamu dan meninggalkan identitas. Kalau rombongan besar seperti komunitas atau sekolah, akan diminta mengajukan surat permohonan terlebih dulu. Tidak ada biaya yang dikenakan untuk kunjungan ke Gedung Agung ini ya.



Wisata Budaya di Museum Sonobudoyo Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Masih kuat jalan kan? Tujuan selanjutnya melihat warisan kebudayaan Yogyakarta di Museum Sonobudoyo. Jaraknya 400 meter ke arah selatan dari perempatan Malioboro atau titik 0 KM. Museum yang menghadap alun-alun utara kota Yogyakarta ini menyimpan adat budaya kesultanan Yogyakarta, lukisan, koleksi pusaka kerajaan, baju kebesaran anggota keluarga raja, baju perang prajurit keraton dan lain sebagainya.



Menikmati Kuliner Legendaris di Sentra Gudeg Wijilan

Saatnya makan siang. Kebanyakan wisatawan yang datang ke Yogya merasa belum genap kalau belum makan gudeg, baik yang kering maupun yang basah. Nah, di Jalan Wijilan ini pusatnya gudeg kering yang selalu penuh macet pada saat musim liburan, terutama di jam makan siang dan malam.

Dari alun-alun utara kita bisa berjalan ke arah timur, sampai di pertigaan ada bangunan menyerupai gerbang berbentuk lengkung yang biasa disebut plengkung wijilan, masuk saja kesitu dan kita akan menjumpai deretan rumah makan yang khusus menjual gudeg, harga masing-masing rumah makan bervariasi, tapi jangan khawatir, kebanyakan dari mereka sudah memasang menu berikut harga di pintu masuknya, jadi kita bisa memilih menu sesuai kantong.

Selfie di Taman Sari Keraton Yogyakarta

Menjelajah Jogja dalam sehari

Sudah kenyang ya kan? Yuk lanjut lagi jalan-jalannya, kita ke Taman Sari, sebuah bangunan kuno yang masih satu kompleks dengan keraton Yogyakarta, dulunya difungsikan sebagai pemandian dan peristirahatan keluarga raja.

Sesuai fitrahnya sebagai tempat bercengkerama Paduka bersama keluarga, struktur bangunan di sini sangat indah, diisi lorong-lorong bawah tanah berbentuk kubah, tangga-tangga yang menghubungkan tiap lorong dengan cara unik, dan tentu saja kolam pemandian cantik. Instagramable banget lah pokoknya.

Sebenarnya masih banyak tempat wisata bersejarah cantik di sekitar Jogja, misalnya saja daerah Kotagede dan Masjid Gedhe Mataram yang sangat terkenal. nanti deh, di artikel berikutnya akan saya ceritakan lebih banyak lagi tentang keindahan wisata di kota Jogja.



Sampai jumpa di liburan berikutnya ya :)

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkomentar dengan baik ya temans, maaf sementara saya moderasi dulu :)