Monday, May 13, 2019

Shalat Idulfitri di Gumuk Pasir Parangtritis Jogja


Shalat Idulfitri di Gumuk Pasir Parangtritis

Idulfitri 2018 kemarin kami kami sekeluarga menunaikan shalat Idulfitri di Gumuk Pasir Parangtritis Jogja, tapi ceritanya terlewat saya tulis sampai hampir setahun berlalu. Baru kemarin kepikiran untuk menulisnya setelah ada teman yang tanya, worth it nggak berangkat pagi banget buat shalat di sana? Seru nggak? Ramai nggak?

Bagi kami, semua pengalaman baru pasti seru. Apalagi pengalaman berkumpul dengan 5 ribuan orang untuk Shalat Id di hamparan pasir bak Padang Arafah sambil menyaksikan matahari terbit dari balik bukit, pastinya ada sensasi berbeda dibanding Shalat Id di alun-alun seperti tahun-tahun sebelumnya.


Gumuk Pasir Parangtritis terletak di antara Pantai Parangtritis dan Pantai Depok, Bantul. Yogyakarta. Luasnya mencapai 412,8 hektar (PGSP, 2017). Gumuk atau gundukan pasir yang tercipta sejak ribuan tahun lalu ini merupakan sebuah fenomena alam langka dan satu-satunya yang berada di Asia Tenggara. 

Pasir-pasirnya adalah hasil aktivitas vulkanik Gunung Merapi dan Merbabu yang terbawa oleh arus Kali Opak dan Kali Progo kemudian berakhir di pesisir laut selatan. Material vulkanik ini mengalami hantaman ombak Samudera Hindia yang besar dan terus-menerus hingga mengalami pengerusan menjadi butiran pasir halus. Butiran-butiran pasir ini tersapu oleh angin ke daratan dan terciptalah sebuah gurun pasir yang membentuk bukit-bukit seperti padang gurun yang ada di Timur Tengah. 

Pada hari biasa, Gumuk  Pasir Parangtritis adalah magnet bagi wisatawan yang ingin mencoba sandboarding, olahraga mirip selancar air tapi dilakukan dengan cara menuruni bukit-bukit pasir yang berkelok-kelok. Papan yang digunakan mirip papan skateboard tanpa roda dengan penampang bawah yang dibuat sangat halus dan dilapisi semacam lilin supaya bisa meluncur mulus.

Di hari besar umat Islam seperti Hari Raya Idulfitri dan Iduladha, Gumuk  Pasir Parangtritis digunakan sebagai tempat melaksanakan Shalat Id. Tradisi ini bermula di tahun 1992 setelah sebelumnya penduduk di pesisir Parangtritis melakukan Shalat Id dengan berpindah-pindah di Lapangan Parangkusumo, Lapangan Kretek, dan Lapangan Depok. 

Kemudian Lurah parangtritis saat itu meminta seluruh masyarakat dari 11 padukuhan di Parangtritis berkumpul ke Gumuk Pasir Parangtritis untuk menunaikan ibadah Shalat Idulfitri maupun Shalat Iduladha. agar lebih mudah membuat saf. Kepengurusan pelaksanaan shalat setiap tahunnya diserahkan kepada ranting Muhammadiyah Parangtritis.


Sebenarnya sudah lama kami ingin merasakan Shalat Id di Gumuk Pasir Parangtritis, tapi baru tahun 2018 kemarin keinginan itu bisa terwujud. Kami berangkat dari rumah jam 4.45 pagi. Terlalu pagi sebenarnya, karena jarak rumah ke Parangtritis cuma 27 km dan bisa ditempuh dalam waktu 1 jam. Apalagi kalau masih pagi buta, jalanan kosong melompong, bisa ngebut wuuuss.. Alhasil dalam waktu 30 menit saja kami sudah sampai di Parangtritis, masih gelap dan sepi, hahaaah.

Tapi karena masih pagi buta, kami jadi punya banyak waktu untuk menikmati kemunculan matahari pagi dari balik Bukit Gupit. Berbarengan dengan kami datang juga rombongan fotografer dan media yang langsung menyebar mencari spot terbaik versinya sendiri-sendiri.

Shalat Idulfitri di Gumuk Pasir Parangtritis
Matahari pagi di balik Bukit Gupit

Sekitar jam 6 pagi, jamaah mulai memenuhi bagian tengah Gumuk Pasir Parangtritis, mengisi saf-saf yang sudah disediakan dengan rapih sambil bertakbir. Dan suara takbir yang bergema dari tengah padang pasir ini membuat saya merinding, Masya Allah :)

Shalat Idulfitri di Gumuk Pasir Parangtritis

Shalat Idulfitri di Gumuk Pasir Parangtritis

Lalu jamaahnya ramai nggak? Kalau melihat data Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Infaq yang terkumpul dari 5.169 jamaah shalat Ied di Gumuk Pasir pada 15 Juni 2018 mencapai Rp.53.378 juta. Alhamdulillah ramai banget :)

Shalat Idulfitri di Gumuk Pasir Parangtritis

yang menyenangkan dari Shalat Id di Gumuk Pasir Parangtritis adalah sesudah shalat bisa langsung piknik ke pantai. Kemarin kami memilih melipir sebentar ke Pantai Cemara Sewu, letaknya di sebelah kiri antara jalur Pantai Parangtritis menuju Pantai Depok, hanya beberapa meter dari Gumuk Pasir Parangtritis. 

Karena masih pagi, pantainya masih sepi dengan langit yang sangat biru. Kami sengaja membawa bekal makan dari rumah supaya bisa berlama-lama di sini, hitung-hitung menunggu sampai arus lalu lintas ke arah kota Jogja kembali lengang.


Gimana? tertarik melaksanakan Shalat Idulfitri di Gumuk Pasir Parangtritis? Jangan lupa bawa sunscreen yaa, karena jam 7pagi saja panasnya sudah ruaarr biasa di sini, heheeh.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkomentar dengan baik ya temans, maaf sementara saya moderasi dulu :)